√ Apa Pendapatmu Tentang Menyukai Seseorang Melalui Sosial Media yang Belum Pernah Bertemu Sekali Pun? - Heyraneey | Sharing is caring

Apa Pendapatmu Tentang Menyukai Seseorang Melalui Sosial Media yang Belum Pernah Bertemu Sekali Pun?

 


Saya menjawab ini sebagai sudut pandang seorang perempuan, ini mewakili opini pribadi saja. Jawaban ini sedikit 'pedas' karena saya berusaha menjawab dengan tegas.

Mencintai ekspektasi.

Bagi saya jika kamu belum pernah bertemu sekali pun dengan orang tersebut, yang kamu sukai adalah ekspektasi kamu.

Orang tersebut yang kamu bayangkan, yang kamu inginkan, dan itu semua sesuai persepsi dan asumsi kamu.

Kamu lihat hanya dari sosial media.


Entah berapa DM di Quora dan Instagram yang masuk ke saya, ada yang confess mengatakan suka, bahkan ngajak taaruf haha.

Apa saya jatuh cinta dengan mereka?

Tidak sama sekali, orang yang saya temui di dunia nyata saja sudah bertahun-tahun belum bisa membuat saya jatuh cinta :")

Saya hanya mengikuti alur sampai sejauh mana kata suka itu dimaknai dan kata cinta itu dimaknai. Ketika terdeteksi memang 'buaya' maka saya akan mengobservasi dan mengikuti alurnya.

Loh kok saya kejam banget?

Tidak, saya hanya menyeimbangkan pemikiran dan perasaan agar meminimalisasi risiko.

Karena saya tak pernah bertatap secara nyata, walau hanya sekali.


Wine bisa ganti teh pucuk h*rum kok xixi.


Ketemu dulu baru putuskan apa berlanjut atau tidak.

Karena pertemuan itu penting! Kamu bisa merasakan, mendeteksi, menilai vibesnya.

Karena saya ga ingin ada perempuan yang menangisi laki-laki, karena keburu baper padahal tak ia ketahui secara pasti.

Saya tak ingin adanya 'cinta buta'.


Namun, akan sangat wajar kalau misalnya kamu mengagumi, menyukai akan sosok di sosial media, tapi kalau kamu jatuh cinta hanya menilai dia dari sosial media bagi saya itu bukan cinta yang sebenarnya.

Jangan berusaha meyakinkan saya akan hal ini, karena ini lah persepsi saya.

Karena menurut saya cinta yang sebenarnya itu dibangun secara perlahan dan itu tumbuh setelah adanya penerimaan kekurangan dan kelebihan dari orang yang kamu suka.


Saya percaya sebuah cinta akan muncul dari pengenalan, pertemanan terlebih dahulu. Jadi kalau misalnya ada yang pdkt nih sama saya, saya biasanya bilang kita temenan aja dulu. Terutama di dunia nyata ya.

Kalau di dunia maya, interaksi aja minim, belum pernah bertemu sama sekali udah langsung confess ke saya bilang suka, mau ngajak nikah.

Saya bingung, kok bisa yaa.

Jawabannya sesuai dengan dugaan saya 'template', sukanya dari tulisan, foto di Instagram dan bagaimana cara saya berinteraksi di sosial media.


Saya bisa memahami cara orang suka itu beda-beda, tapi bagi saya terburu-buru menyatakan suka juga kurang tepat. Saya yakin itu hanya lah rasa kagum atau penasaran yang sesaat.

Namun kalau kamu udah lebih bertahun-tahun suka dan cuma nge-chat dia doang, tanpa tindakan yang berarti untuk dia terus kamu bilang kamu cinta sama dia, effortnya mana?

Cinta itu butuh perjuangan. Jadi kalau kamu bilang kamu berjuang, tapi berjuangnya cuman di chat doang, di sosmed doang, you totally did nothing.

Bukan saya terlalu menyepelekan dan tidak menghargai, tapi saya di sini saaangaat sering dicurhatii oleh banyak perempuan yang saya kenal, baik udah menikah atau belum.

Saya ingin menegaskan kepada perempuan-perempuan, bila menggunakan sosial media harus lebih ekstra hati-hati. Saya merasa bahwa yang membaca tulisan saya kebanyakan perempuan dan jangan mudah baper terhadap laki-laki, jangan sampai patah hati lagi.


Ikuti alur boleh, tapi jangan baper. Banyak kasus yang mengenal gak di sosial media, gak di dunia nyata kebanyakan perempuan yang terus tersakiti.

Entah ternyata dijadikan pelampiasan, entah dijadikan simpanan atau hanya menjadi salah satu pemuas nafsu saja.

Saya di sini sangat berusaha tegas, agar tidak mudah jatuh dan tersakiti. Jangan percaya dengan mudah.

Jika dia mengenalmu di sosial media, ajak bertemu. Lihat aksinya, lihat effortnya. Saat pertemuan pun pastikan kamu berpikir secara jernih.

Kalau misal orang jauh, misalnya di luar pulau atau luar negeri. Lihat ada effortnya ga untuk ketemu kamu? Atau minimal effort memberimu hadiah, kejutan, atau apa pun itu.

Jika dia 'invest' kamu boleh mempertimbangkannya.

Jangan sampai sebaliknya, karena kamu keburu baper akhirnya jadi korban scam :')

Jadi lah tegas, memiliki batas, tetap pada kualitas, dan berinteraksi dengan pantas.

Get notifications from this blog

Halo! Terima kasih sudah membaca.