Heyraneey | Talk Less Write More
 Sex Education, Langkah Preventif Pencegahan Hal yang Tak Diinginkan.

Sex Education, Langkah Preventif Pencegahan Hal yang Tak Diinginkan.

 


Sex Education, Langkah Preventif Pencegahan Hal yang Tak Diinginkan.


Gambar dokumen pribadi


Saya sangat ingin mengatakan bahwa sex education itu penting. Come on, ini bukan hal yang tabu. Penting sekali loh, ini. Sebagai mahasiswa kedokteran saya merasa wajib untuk berbagi ilmu dan belajar bersama, saling mengedukasi. Karena tindakan preventif jauh lebih baik.

Saya menulis hal ini bukan berarti saya sangat paham, tidak juga. Namun, saya menulis untuk memberikan sedikit hal yang saya ketahui. Karena saya sesekali berinteraksi dengan pihak P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak), mendapati kasus berkaitan dengan seksualitas apalagi terhadap anak dan perempuan meningkat tiap tahunnya, ini data di daerah saya loh ya Aceh. Dan itu hanya yang terlapor dan terdata, kalau yang tak terlapor? Tentu jauh lebih banyak! [1]


Membahas tentang sex education apa stigma yang terbentuk pertama di pikiran segelintir masyarakat? Hubungan suami istri, alat-alat kontrasepsi, kehamilan atau melahirkan?

Pasti tiap dari kita memahami kata sex education dengan berbeda.


Sebenarnya sex education bertujuan mengajarkan mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan pelecehan seksual, kekerasan seksual, pemerkosaan, seks di luar nikah, pernikahan di usia dini bahkan penyakit seksual menular. Fakta di lapangan yang saya pahami di Indonesia, khususnya daerah saya Aceh, pendidikan seksual masih belum mengalami kemajuan. Harusnya pendidikan seks diajarkan kepada tiap individu pada masa pre-school. Di sinilah peran terbesar kita semua terkait hal ini.


Melinda digambarkan sebagai gadis polos, lugu yang malang, akibat tak paham tipu daya, akhirnya terjebak. Ia sangat ingin terlihat lebih "Gaul" dibanding teman-temannya. Akhirnya terkungkung dalam risiko, terpaksa mereka sepakati.


Betapa malangnya, akibat kurang edukasi dan aware, hingga dimanfaatkan oleh sosok yang alih-alih dicintai. Padahal sosok Nico pada webtoon ini adalah penjahat kelamin yang sangat lihai, menggunakan kata-kata manis untuk memuluskan perangkap. Nico digambarkan sosok manipulatif yang telah bergonta-ganti pasangan lebih dari tiga kali, masih tidak paham juga terkait hal ilmiah organ reproduksi, masih percaya mitos tentang keperawanan pula. Cara Nico merayu wanita memiliki pola yang sama, kata-kata manis, pujian, hasutan, membuat seolah tantangan, lalu menerkam kepolosan tiap gadis yang lugu.


Betapa hancurnya hati Melinda, seolah jatuh di jurang terdalam kehidupan masa remajanya. Ia belum siap menjadi seorang Ibu, dipaksa untuk menggugurkan kandungannya. Malangnya. Dan pintarnya Nico, ia melakukannya atas izin Melinda. Tentu saja karena Nico sangat jago memanipulasi psikologis gadis yang lugu. Kalau sudah dengan Consent tidak bisa disalahkan hanya laki-lakinya saja, karena mereka melakukannya suka sama suka. Namun, Melinda menyesal, karena apa? Lagi-lagi karena Nico sosok manipulatif, awalnya ia manis pada Melinda berubah menjadi kasar, abusif, pemalas, dan lainnya.


Dan ingat, harusnya kendali ada di dirimu sendiri. Kamu membiarkan dirimu terbuai atau lari dan menutup segala celahnya?


Teruntuk perempuan-perempuan di luar sana. Apalagi yang sudah 'terlanjur' dan bingung harus bertindak seperti apa misalnya banyak ancaman dan juga banyak hal-hal yang membuatmu takut untuk terlepas dari hal tersebut mungkin ini bisa membantu.

Untuk kalian yang berasal dari Aceh, butuh bantuan bisa menghubungi kontak di atas. Kamu tidak sendirian, banyak yang akan membantu.

Kontak ini juga bisa, ini nasional tak terbatas hanya dari satu daerah saja.

Jika kamu mengenal saya secara personal, dan kamu bingung, kamu bisa hubungi saya. Saya akan membantumu. Jika saya berteman dengan orang yang telah melecehkan kamu, kabari saya, maka semua itu akan berubah.



Cinta bukan alasanmu untuk mengizinkan seseorang kurang ajar padamu, hargai dirimu sendiri, jangan terbuai dengan janji manis yang aslinya jebakan.


Virginity can't measuring how precious we are as a human. Your heart does.

I hope, kita tidak tabu lagi terkait sex education.


Saya belum pernah pacaran, jadi mungkin akan banyak perbedaan persepsi "Cinta" dengan teman-teman semua.

Karena saya beragama Islam, maka wajib dan penting bagi saya untuk "Menjaga diri" hingga halal dan terkhusus untuk suami saya nantinya, jika ada yang memiliki prinsip berbeda dengan saya, ya itu urusan pribadimu, ini prinsip saya.

"Saya tak menerima adu jotos tentang ini"

Perlu diingat pula, tidak semua manusia memiliki agama dan mementingkan agama, and i respect that. As long as all human not destroy someone's life, it was really good enough.


Note berkaitan tentang tulisan ini:

  1. Saya seorang toonderella ahhaha, alias pecinta webtoon 22.00, ada pembahasan mengenai kehidupan remaja terkait sex education yang sangat menarik yang saya screenshoot ini berjudul "Mistake"
  2. Menulis tentang hal ini bukan berarti saya sangat paham, saya ingin berbagi sedikit ilmu yang saya pahami tentang kehidupan.
  3. Karena sering dicurhati, saya jadi sedikit mengenali pola tingkah laku para "pemangsa"
  4. Saya sangat respect terhadap siapa pun yang ingin belajar, selama masih sopan dan tidak kurang ajar, terlebih para gadis remaja yang tengah dilanda penasaran sisi lain dunia. Saya tak akan melarang, tetapi saya akan berikan side effect dan fakta nyata. Selebihnya itu keputusan masing-masing individu.
  5. Apakah terjerat hukum jika melakukan dengan consent? [2]
  6. Jangan mudah percaya mitos seputar reproduksi, makanya penting bagi kita untuk belajar dan terus belajar, tetap ilmiah ya.
  7. Dari mana memulai dan bagaimana memulai sex education? [3]

Btw, ini pertanyaannya tentang Kampanye bebas kan? Tidak perlu hanya saat nyaleg?

Catatan Kaki

   Apa saja stigma tentang mahasiswa kedokteran yang kamu rasa salah?

Apa saja stigma tentang mahasiswa kedokteran yang kamu rasa salah?


Ini sebenarnya reanswer, karena sepertinya setelah saya baca ulang tidak nyambung dan terkesan terlalu dangkal, karena saya ya masih mahasiswa yang awal. Jadi saya jawab ulang di pertanyaan ini ya. Biar lebih relate sebagai mahasiswa.


Ya saya mungkin lebih bukan ke stigma tapi lebih ke keluh kesah? Atau mungkin yang terbayangkan oleh orang jika mendengar kata kedokteran aja kali ya, baiklah.



1. Mahasiswa kedokteran belum menjadi seorang dokter.

Jadi berhentilah bertanya dan konsultasi dengan para mahasiswa terlebih mereka masih mahasiswa awal belum tahu sama sekali dan belum boleh bersentuhan langsung dengan pasien alias belum praktik. Anyone? :")

2. Mahasiswa kedokteran bukanlah seorang dokter jadi berhentilah memanggil para mahasiswa dengan ibu dokter karena saya pribadi merasa terbebani ketika ada orang memanggil saya dokter atau bu dokter karena saya sadar ilmu saya itu masih cetek sekali, apalagi saat kamu tanya tidak semua hal saya bisa pahami jadi saya merasa malu gitu dan guilty. Kalau konteks bercanda masih bisa dipahami kok.

3. Mahasiswa kedokteran tidak semuanya berasal dari kalangan menengah ke atas mahasiswa kedokteran sangat beragam apalagi jika berada pada ada universitas negeri jadi berhentilah memiliki stigma bahwa jika masuk kedokteran haruslah kaya, tidak sama sekali!



4. Tidak semua mahasiswa kedokteran sudah memiliki pasangan atau belagu gitu, please jika kalian mengatakan bahwa mahasiswa kedokteran itu belagu, mantu idaman, etc. Saya dan teman saya hampir rata-rata single semua, saya rasa bukan tidak diinginkan orang lain, namun orang berpikir bahwa jika kelak menjadi dokter pasangannya wajib dokter juga padahal enggak demikian. Jika udah jadi dokter nanti maka standarnya tinggi, padahal bukan standarnya tinggi, si laki-lakinya aja minderan apapun udah jiper duluan, padahal kenapa enggak dicoba dulu kan, hiks T_T

5. Mahasiswa kedokteran itu tidak semuanya hedon, ya Allah ya Illahi Robbi ya memang ada, namun yang hemat juga ada, tapi generalisasi di masyarakat itu yang terdengar adalah hedonnya padahal rata-rata yang saya kenal juga pada hemat-hemat tuh bahkan punya investasi sejak dini.

6. Jadi mahasiswa kedokteran pasti karena ingin kaya kan kalau jadi dokter kayaAllahu Akbar, La ilaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadzolimin. Jadi dokter tidak sama dengan kaya, mampirlah ke lapangan dan lihat lah faktanya :")



7. Mahasiswa kedokteran sangat sibuk tidak punya waktu sama sekali untuk bersenang-senang, tidak demikian sebenarnya kita masih punya waktu untuk bersenang-senang hanya saja kita tahu bersenang-senang mana yang bisa dilakukan, harus bisa menentukan prioritas ya. Buktinya saya masih bisa main Quora, saya masih bisa bersenang-senang dengan keluarga, ya mungkin saya sulit diajak nongkrong di cafetaria, karena saya tidak suka nongkrong memang. Kalau pun saya mau, tidak lebih dari 3 jam saya pasti udah tidak betah. Anak rumahan banget, dan nongkrongnya nggak worth it mungkin. Saya ingin menghabiskan waktu dengan keluarga, kalau hari kuliah saya sibuk sekali dengan kuliahan. Jadi sela-sela waktu saya, ya saya habiskan bersama keluarga tercinta.


Jawaban tidak terlalu berfaedah, saya akan ujian dalam pekan depan. Doakan ya teman-teman 🥺

Apakah rumput Fatimah benar-benar membantu memperlancar proses persalinan? Kenapa masih ada pro dan kontranya yang saya temukan di mesin pencarian?

Apakah rumput Fatimah benar-benar membantu memperlancar proses persalinan? Kenapa masih ada pro dan kontranya yang saya temukan di mesin pencarian?


Bismillah, baiklah saatnya saya menjawab sedikit sesuai kredensial.
Bu Ibu, pak bapak, calon Bu Ibu, dan calon pak bapak semua yuk kumpul! Kita bahas tentang rumput fatimah yang konon sangat melegenda ketika akan adanya persalinan.

Kerap kali banyak yang merekomendasikan rumput fatimah ini katanya untuk mempermudah persalinan supaya nggak sakit ataupun supaya lahirannya mudah Yuk kita bahas!


Apa kandungan rumput fatimah?

Rumput fatimah Ini, mengandung semacam senyawa oksitosin yang mana umumnya untuk manajemen persalinan memang diberikan oksitosin. Namun, pemberian oksitosin harus adanya indikasi, diberikan juga dengan cara disuntik.

Apa sih oksitosin itu?

Oksitosin, hormon yang ada pada manusia, salah satunya berfungsi untuk merangsang kontraksi yang kuat pada dinding rahim/uterus sehingga membantu proses kelahiran. Umumnya ini sudah tersedia dalam tubuh kita secara alami.

Kapan diberikan oksitosin?

Pemberian suntikan oksitosin dilakukan dalam jangka 1 menit pertama setelah bayi lahir. Pemberian suntikan oksitosin wajib memastikan tidak ada bayi lain (undiagnosed twin) di dalam rahim.

Loh, loh mengapa?

Oksitosin itu bisa menyebabkan uterus berkontraksi, juga mampu menurunkan pasokan oksigen pada bayi, makanya wajib diperiksa dulu sebelum diberikan oksitosin.

Apa tujuan pemberian suntikan oksitosin?
Agar uterus berkontraksi dengan kuat dan efektif sehingga membantu pelepasan plasenta dan mengurangi kehilangan darah.

Disuntikkan di mana?
Suntikan oksitosin dengan dosis 10 unit diberikan secara intramuskuler (IM) pada sepertiga bagian atas paha bagian luar 
(aspektus lateralis).


Coba dibandingkan dengan pemberian rumput fatimah, tanpa dosis, tanpa kejelasan, tata cara pemberian ,tanpa tahu adanya indikasi, tanpa adanya pemeriksaan lanjut, dan tanpa tahu kapan diberikan kan. Nah, lho kebayang kan?

Terlebih, oksitosin yang terkandung di dalamnya tidak dapat diukur. Semakin lama direndam, kadar oksitosin yang terlarut menjadi lebih terkonsentrasi.


Kalau juga masih kekeuh dan mengatakan pernah ada yang berhasil. Minum air rendaman rumput ini jadi lebih enteng lahirannya kok, waduuh begini loh risikonya.

Begini loh, pemberian air rendaman rumput fatimah tanpa tahu kapan sudah pembukaan, kapan sudah harus dilakukan manajemen aktif kala 3, dan tanpa tau kapan harus dilakukan pemberian suntikan oksitosin, alias diberikan asal saja berdasar "katanya" bayinya belum saatnya lahir pula!

Memangnya mau bayi yang harusnya belum lahiran dipaksa lahir? Nah lo, bayinya kaget-kaget ntar, bayinya ngedumel,

"Saya kan masih lama lagi kok saya harus keluar, Aaaaaaaaaa, gamaaau keluar sekarang, dunia terlalu kejaam!! Aaaaaaa"

Bayinya ngedumel kayak gitu, belum saatnya si bayi keluar, eh dipaksa. Memangnya mau kayak gitu? Kan nggak ya. Bayi kaget, ibunya juga shock jadinya.


Bayinya jadi marah karena dia marah deh jadinya stres

"Kenapa inii, kenapa oksitosin diberikan banyak bangetttttt, saya masih terlalu dini, saya masih nyaman di sini dan toloongg kenapa diberikan ini, kejaaaamm, ibuuuuu toloong sayaaaa ibuuu"

Ibunya tak bisa melakukan apa-apa ibunya juga sedih dengan keadaan bayinya, ibunya tak bisa berkutik karena ibunya mengalami perdarahan yang hebat, pembuluh darahnya pecah, perdarahan pun terjadi pada ibunya, tak ada yang bisa dilakukan ibunya selain, pasrah dan berharap tenaga kesehatan bisa membantu menolong keduanya.


Perdarahan makin hebat, bayinya makin stress, akhirnya keduanya mengucapkan selamat tinggal pada dunia. Hanya karena tidak memahami dan tidak tahu bahwa rumput fatimah itu tidak dianjurkan.

Itulah pentingnya melakukan konsultasi kepada tenaga kesehatan, baik bidan, dokter, dan dokter spesialis terkait. Seharusnya dari konsepsi, persalinan hingga tumbuh kembang anak dan sebagainya kita tetap butuh konsultasi.

Kita butuh untuk diberikan informasi dan edukasi. Oleh karena itu, pentingnya memberitahukan kepada masyarakat terutama keluarga bahwa rumput fatimah ini tidak dianjurkan untuk diberikan pada ibu hamil, apalagi tanpa adanya pengawasan dokter.

Tenang saja, tanpa rumput fatimah pun persalinan akan bisa ditangani, fasilitas kesehatan kita sudah memiliki oksitosin dengan kadar yang sesuai dan dianjurkan sehingga meminimalisasi kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan.


Apalagi kematian ibu dan janin, yang sudah dinanti-nanti, tiba-tiba pergi hanya karena salah pemberian, tentu tidak mau kan?


Semoga bisa bermanfaat dan tidak menyinggung siapa pun, saya hanya ingin berbagi sedikit ilmu yang saya dapatkan di perkuliahan yang saya tulis dengan cara saya sendiri. Kalau ada salah mohon diingatkan dengan baik, karena saya masih mahasiswa, masih sangat awam akan pengalaman dan ilmu. Seluruh gambar ini credit ke penciptanya, diambil di Pinterest.

Jazakunallahukhair.

Pilihan  Pengobatan Hati dengan Obat Liver Herbal, Efektif Kah?

Pilihan Pengobatan Hati dengan Obat Liver Herbal, Efektif Kah?

 



 

 Obesitas atau berat badan berlebih adalah kondisi ketika indeks massa tubuh tinggi, melebihi dari batas normal. Kondisi ini membuat pemiliknya rentan sekali terkena beragam jenis penyakit berbahaya. Seperti diantaranya adalah kerusakan hati atau penyakit liver. Masalah kesehatan ini terjadi karena memang organ tersebut tertutup oleh timbunan lemak sehingga menyebabkan tidak mampu mengerjakan fungsinya secara optimal. Mau tidak mau jika sudah mengalami kondisi semacam ini harus menjalani pengobatan, dengan pengobatan medis atau obat liver herbal yang harus diawasi medis juga.

                Beberapa hal yang diklaim oleh obat liver ini seperti:

  

  1. Tidak menyebabkan ketergantungan, faktanya sendiri memang obat liver diramu dengan menggunakan bahan-bahan alami. Namun, tentu saja ini harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pihak medis karena symptom atau gejala tiap orang berbeda.
  2. Mempercepat penyembuhan luka bekas operasi. Klaim ini merupakan side effect yang positif yang dapat didapatkan. Namun lagi-lagi tetap harus konsultasi agar tidak adanya efek farmakodinamik yang bertentangan.
  3. Meminimalisasi toksin, obat memang kerap  dibuat dengan bahan kimia yang sering kali mengendapkan racun atau toksin di dalam tubuh. Obat herbal yang dibuat dari bahan alami, semua kandungan didalamnya cenderung dapat diserap oleh tubuh, dimana hal ini diharapkan tidak akan memicu masalah kesehatan lain, aman untuk tubuh dan minimal risiko jika digunakan sesuai dengan anjuran ahli kesehatan.

 Obat liver herbal yaitu Pien Tze Huang ini mudah dijumpai di pasaran, namun pastikan tidak salah pilih. Karena memang tidak semua produk yang dijual di pasaran terjamin keasliannya. Produk asli yang dipasarkan di Indonesia hanya berasal dari importir resminya yaitu PT Saras Subur Abadi. Dapatkan khasiat optimal dalam penyembuhannya hanya dari produk yang aslinya.

 Perlu diingat pula, untuk penggunaan obat diharapkan untuk melakukan konsultasi dan memahami side effect dari tiap obat yang dikonsumsi gna mencegah timbulnya reaksi alergi atau reaksi yang tidak diharapkan nantinya. Memang lebih baik melakukan konsultasi dengan dokter dan menanyakan apakah kondisi kesehatan kita bisa menggunakan obat herbal atau tidak, hal ini tentu untuk hasil pengobatan yang lebih maksimal.

Tips Belajar di SMA dan di Kedokteran

Tips Belajar di SMA dan di Kedokteran

 Cara belajar saya saat SMA dan kuliah sedikit berbeda, tentu karena saat perkuliahan jadwal bisa berubah mendadak hingga kadang runtutan atau agenda belajar yang telah disusun menjadi berantakan. Saya ingin berbagi sedikit cara belajar saya selama di SMA dan kuliah.

Menurut saya cara saya belajar di SMA benar-benar lebih ekstra dibanding sekarang, karena saat SMA banyak materi yang harus dipahami, dan bidangnya beda-beda. Kalau sekarang lebih banyak ya mengarah ke tubuh manusia, jadi tidak terpecah-pecah bidang lagi.

Saya bukan anak yang paling pintar di sekolah atau kuliahan, dengan tingkat persaingan sekolah yang sangat tinggi sekalipun saya tidak pernah dapat peringkat satu, padahal saya sudah berusaha belajar sungguh. Memang teman-teman yang mendapat peringkat juga tak kalah giat belajarnya. Bahkan mereka jauh lebih ekstra lagi saya benar-benar kagum.



1. Dengar dan catat saat dijelaskan guru/dosen

Ini penting untuk memahami bagian-bagian mana yang menjadi penjelasan dan fokus dari guru dan dosen tersebut Biasanya apa yang diucapkan itulah yang akan keluar pada saat ujian.


2. Belajar dini hari

Saat SMA saya jarang sekali tidur di atas pukul 23.00 biasanya sebelum pukul 23.00 saya sudah tidur dan biasanya teman-teman saya juga bakalan bertanya kalau saya tidak tidur tumben saya nggak tidur jika lebih dari biasanya sedikit karena jika saya tidur diatas pukul 23.00 badan saya pasti paginya kurang nyaman. Karena saya sekolah di asrama itu kegiatan dari sebelum subuh sampai malam full. Oleh karena itu saya tidur pukul 23.00 dan saya bangun pukul 04.00 pagi untuk tahajud kemudian saya belajar sampai sebelum Subuh. Kemudian saya mandi, karena antrean kamar mandi setelah subuh rame :") dan saya mandi lumayan lama, setelah shalat subuh berjamaah di Masjid sekolah kadang saya kalau ngantuk banget tidur lagi, tapi biasanya saya enggak tidur lagi saya belajar materi sekolahan. Menurut saya subuh waktu yang cukup sangat baik untuk mengingat pelajaran dan lainnya. Kalau sekarang masih seperti itu tapi tidak se-teratur saat SMA.


Terjemah Ta'lim Muta'alim, saya baca dan ambil yang baiknya. Jadikan self reminder


3. Datang paling awal, pulang paling akhir

Saat SMA, terlebih jika banyak sekali materi harus dicatat saya keluar yang paling telat di kelas bersama teman-teman yang lainnya biasanya ada 1,2 teman saya yang telat keluar dari kelas karena mencatat materi juga. Saya tidak bisa jika tidak mencatat, cara belajar saya adalah dengan mencatat, menulis walaupun tulisan saya juga nggak bagus alias kayak ceker ayam tapi setidaknya saya paham materi apa yang saya tulis sendiri. Saya bisa menjamin catatan saya pasti lengkap apalagi waktu SMA, kalau kuliah saya tetap mencatat namun catatan saya tidak sebanyak waktu SMA karena waktu kuliah saya lebih harus bisa membagi waktu karena jika saya catat dan salin semua slide dari dosen itu bisa mencapai 200-an slide hanya untuk satu materi sedangkan dalam satu blok saja bisa 14 mata kuliah bisa tidak selesai. Makanya untuk kuliahan saya mencatat namun setelah mendengar dengan benar saat dijelaskan merekam dan merangkum poinnya


4. Tidak semua hal mampu dikuasai, ada yang sekenanya saja

Saya memahami kelemahan saya yaitu matematika dari SD matematika saya memang tidak terlalu bagus saya paham materinya, namun saya tidak advance ataupun saya tidak ahli di matematika saya memahami bahwa jika matematika saya harus belajar extra. Saya juga menyadari bahwa sekeras apa pun saya belajar matematika, tetap tidak bisa secerdas mereka yang memang bidangnya di matematika, jadi saya mencari bidang yang lain bidang yang saya pahami dan saya bisa ahli di situ. Kenapa? Karena saya yakin tidak semua orang bisa paham semua materi sejarah sempurna makanya saya waktu SMA itu tidak ikut USBN serempak, karena saya lomba pas ujiannya dan itu saat mapel biologi dan saya diizinkan dengan mudah ikut susulan karena bu guru tahu bahwa saya lumayan bisa di biologi. Bayangkan kalau mapel matematika bisa kikuk abis saya, sudah susulan jeblok pula!


5. Bekerja sama dalam belajar

Hampir mustahil bagi saya tanpa kerja sama yang baik saya bisa paham materi. Untuk itu saya rasa kita semua harus pintar bekerja sama dengan teman, jadi saya pede dan ga malu nanya ke teman materi yang tidak saya pahami. Bahkan saya blak-blakan aja,

"Tolong ajarin materi ini boleh ga? Kurang paham di sini"

Mereka baik hati kok mau ajarin, asal ya kita benar-benar bertanya, "Bukan bertanya untuk menguji". Saya rasa belajar dan bekerja sama

membuat pelajaran apapun lebih mudah.


6. Memahami konsep

Ya guru saya pernah bilang sama saya kalau tipe belajar begini, akan sangat mudah memahami. Karena saya suka bertanya apa yang tidak saya pahami, dan itu sampai saya paham baru saya puas. Menjadi kemudahan juga. Bagaimana saya tau saya paham, sampai dengan saya mengeluarkan kalimat "Oooooooh pahaaam, begininii ..... kan maksudnya?"

Kalau saya paham, tugas saya buat menghafal menjadi berkurang ahhaha. Yang dipahami sudah pasti dihafal, yang dihafal belum tentu dipahami.


7. Hanya bisa belajar di hari belajar

Entahlah saya rasa ini antara kekurangan atau otak saya sudah mengatur demikian. Saya paling tidak bisa belajar hari libur karena saya menggunakannya untuk liburan walaupun saya udah punya niat belajar pasti nggak tersentuh sama saya. Ya tidak masalah juga sebenarnya, selama libur kemarin saja saya tidak belajar sama sekali untuk materi perkuliahan karena saya sibuk untuk ikut kegiatan yang lain saya tidak peduli sama sekali tentang perkuliahan. Saya ingin belajar tapi tidak bisa belajar jika bukan saatnya. Bisa dibilang saya belajar ketika saya mood dan pas waktunya.


8. Ciptakan tempat belajar yang nyaman

Saya rasa ini, semua orang sudah sangat paham ya kalau pas SMA saya sangat nyaman belajar di atas kasur kemudian di kelas karena adem dan hening juga di alias di balkon depan kamar asrama saya. kalau pas kuliahan ya karena sudah tidak asrama lagi tentu saja saya sangat senang belajar di kamar.



9. Makan permen jika stuck.

Saya makan permen kalau sedang stuck atau pikiran saya sudah sangat mumet karena di permen itu ada kandungan gula yang mana bisa menjadi sumber energi. Walaupun permen itu kecil tapi kadar gulanya itu cukup tinggi loh, makanya ga boleh sering-sering makan permen ini kata dosen saya sih. Ternyata saya sudah melakukan ini kalau saya lagi belajar di kelas dan stuck saya makan permen, saya biasa terbiasa bawa bagi-bagi di kelas gurunya juga nggak masalah sih karena gurunya mengizinkan makan permen di kelas asal nggak makan makanan yang berbau dan mengganggu kelas aja.


10. Mencatat di buku tulis, no binder

Saya tidak antibinder hanya saja mencatat di buku saya rasa lebih efektif dan lebih tertata dibandingkan mencatat di binder. Saya bilang begini karena saya mencatatnya pernah di binder dan pernah di buku. Saat di binder saya jadi malas mencatat karena repot menulis di binder sedangkan di buku tulis saya jadi lebih mudah dan materi yang saya catat itu jadi terorganisir.

Saya tuh punya satu buku untuk masing-masing blok, karena kalau di perkuliahan saya rasa materinya lebih enak kalau terorganisir. Buku juga jauh lebih hemat dibandingkan dengan binder.


Bagaimana tuaian dari ikhtiar belajar dan doa?

Hamdallah saat masih sekolah terpilih jadi siswa teladan.

Saat wisuda menjadi siswa berprestasi, diberikan medali dan orang tua maju :') dan orang tua saya berkaca-kaca, senangnya hati saya.



Saat saya di Informatika saya juga hamdallah terpilih menjadi mahasiswa berprestasi jurusan, masih belum ada apa-apanya dibanding teman-teman Quora semua. Namun berusaha belajar terus salah satu ikhtiar dan usaha saya.


Untuk perkuliahan di kedokteran saya tidak berharap banyak, lulus tepat waktu, kuliah lancar, koas lancar, semua mulus saya rasa cukup. Karena perkuliahannya penuh tantangan yang jauh lebih sulit :")

Hamdallah saya masih bisa bertahan saja syukur, ada teman saya yang mundur perlahan :")


Sekian dulu berbagi nya, kalau ada waktu luang insyaAllah akan saya tambah.

Terima kasih sudah membaca.

-Rani

Mengapa Wanita yang Memakai Kerudung Syar'i Sering Dikira "Ibu-ibu"?

Mengapa Wanita yang Memakai Kerudung Syar'i Sering Dikira "Ibu-ibu"?

 


Sangkalan : saya terkadang menggunakan jilbab syar'i yang ukurannya kayak mukena tapi terkadang juga enggak, belum istiqomah saya, tergantung situasi, mood, dan kondisi. Menggunakan pakaian berusaha sesuai dengan syariat, namun menyesuaikan kondisi juga. Saya juga suka pake cadar kok kalau kajian, tapi itu ya sekadar suka, nyaman. Belum bisa istiqomah menggunakannya terus, tapi saya selalu menggunakan jilbab.

Saya juga bingung sih sebenarnya kenapa, bukan sekali, dua kali saya dari belakang dianggap ibu-ibu atau bahkan punya anak bayi, jika gunain jilbab yang cukup besar hingga selutut (kayak mukena), pas saya balik, liat yang manggil, eh beliau malah minta maaf, dan ganti jadi "Dek". Hahaha

Mungkin karena kalau pakai jilbab gede dan panjang ke bawah yang biasanya digunain sama ibu-ibu, bawaan pemakainya juga jadi lebih dewasa, aura keibuan sepertinya. Sebenarnya saya kalau mau praktis langsung pakai jilbab itu sih 
hehehe, mager banget anaknya, dan keluar rumah gituu, jadi lebih simpel dan nggak ribet, kan memang langsung menutupi bagian tubuh sampai selutut dan tinggal pakai gamis sederhana aja, udah, saya jarang pake make up, mentok sunblock doang, ok caw.


Sebenarnya jilbab syar'i bisa modis juga kok, kalau lagi mood saya baru agak rajin 
mix and matchnya.

Jadi mungkin karena sering lihat ibu-ibu pakai jilbab syar'i jadi bawaannya kalau orang pakai jilbab syar'i, itu pasti ibu-ibu. Padahal kan enggak semuanya begitu, ada juga jilbab syar'i yang digunakan oleh anak-anak muda dan modis juga kan.

Ini kalau pake jilbab yang gede, bisa praktis. Jadi saya shalat ga pake mukena lagi, di mana ada masjid, bisa santai ga bawa mukena. Btw ini foto lama, 2019

Liat panjang jilbabnya, hampir ke mata kaki, hahaha. Praktis gaperlu bawa mukena. Ini juga foto lama, 2019.

Kalau yang sedikit mood, ada di jawaban ini

Jawaban Rani Salsabila Efendi untuk Seperti apa rasanya menjadi perempuan di Aceh? Apakah kamu merasa diperlakukan tidak adil di mata hukum syariah Aceh?