Heyraneey | Talk Less Write More
Hal-Hal Penting Ketika Bersosial Media

Hal-Hal Penting Ketika Bersosial Media

 


1.            Jaga privasimu, tidak semua hal harus diumbar.

Banyak hal yang tak perlu diumbar di social media, batasan privasi bagi tiap orang juga beda-beda. Hanya saja, bagi saya pribadi, saya tipe orang yang ‘really private person’ dalam artian saya memiliki batasan-batasan yang cukup ketat terhadap hal-hal yang saya bagikan.

Hal-hal yang menurut saya privasi adalah keluarga, pekerjaan orang tua, hubungan asmara, kehidupan social, rahasia orang lain, dan banyak hal lainnya yang menurut saya privasi. Bahkan menurut saya foto keluarga lengkap juga privasi, saya memaknai privasi adalah kekuatan dan kelemahan saya. Artinya hal yang sekiranya dapat menjadi boomerang untuk saya di kemudian hari maka itu adalah privasi.

 

2.            Jaga sikap dan harga diri, tidak semua yang sedang ngetren atau viral itu harus ditanggapi dan dipedulikan.

Sekarang sangat banyak tren yang ‘menjebak’ untuk melakukan hal yang tidak sesuai dengan norma dan budaya masyarakat timur khususnya Indonesia. Hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri. Banyak yang menormalisasi hal yang jelas-jelas bertentangan.

 

3.            Jaga etika, sebagaimana di dunia nyata. Begitu juga di dunia maya.

Banyak yang mengira di dunia maya bebas berpendapat bahkan tak beretika, hal itu sangat keliru karena di mana pun kita berada harus lah memahami konsekuensinya

 

4.            Ketika kita sudah memutuskan untuk berbagi maka hal yang kita bagikan sudah kita izinkan dan kita sadar akan menjadi dilihat publik.

Jadi apa pun yang kita bagikan ke social media itu secara tidak langsung sudah dilihat public. Jadi, sebaiknya jangan pernah berbagi apa pun yang menurutmu itu berbahaya dan merugikanmu di masa depan.

 

5.            Berusaha lah untuk berbaik sangka. 

Berusaha untuk tidak mendiskreditkan apapun, rani terus berusaha untuk melihat sisi baik dari setiap postingan orang lain. Jika tidak berkenan untuk membaca atau melihat, maka akan memilih untuk tidak melihat saja, kecuali hal yang bisa merusak hidup orang banyak. Misalnya berita bohong, fitnah, dan sebagainya maka akan berusaha mencari informasi sampai menemukan titik terang yang benar.

 

6.            Bersosialisasi dan bersikap baik, ketika berada di media sosial kita harusnya sudah paham konsekuensinya. Harus memiliki empati juga.

Jangan suka membanding-bandingkan hidup dengan orang lain. Kaean sejatinya kita nggak pernah tau apa yang dilalui orang lain terhadap harinya, selama ia tidak mengusikmu jangan pernah berusaha untuk mencaci dan melakukan hal yang tidak baik.

 

7.            Tidak semua tulisan itu sesuatu yang ditujukan untukmu.

Berhentilah untuk bersikap seolah-olah semua tulisan sindiran, semua hal-hal itu untukmu, memang mungkin akan terasa 'relate', tapi percayalah kamu tidak sendirian banyak orang yang merasa seperti itu. Jadi jangan terlalu membawa perasaan buruk.   

"Dia pasti nyindir aku"

Tidak! Bisa saja itu tulisan ya ditulis tanpa berniat mendiskreditkan siapapun.

 

8.            Jangan menggunakan kata kasar, sumpah serapah, dan bersikap tidak dewasa.

Belajar lah mengelola emosi, memahami bahwa dunia tidak tercipta hanya untukmu saja. Dikit-dikit kata kasar, dikit-dikit makian. Harus dipahami bahwa kata-kata tersebut mencerminkan dirimu

9.            Jangan menebar berita palsu dan kebencian.

Apalagi saat ini ya? Berita palsu ada di mana-mana. Hati-hati karena apa yang kamu bagikan bisa saja menjadi tindak pindana

10.         Jangan mudah memberi kata sandi akun sosial media pada siapa pun.

Don’t trust anyone okey? Karena bisa saja akunmu diretas. Coba lah harga privasimu, jika pacar atau yang belum sah menjadi suamimu jangan lah terlalu percaya. Bahaya.

 

Itu dulu tips yang bisa saya bagikan, masih banyak sih tips bermedia social, hanya saja saya rasa itu beberapa poin yang sangat krusial. Semoga membantu!

 

 

Pandemi dan Konspirasi,  'Manusia' Kehilangan Hati Nurani?

Pandemi dan Konspirasi, 'Manusia' Kehilangan Hati Nurani?

 


    Banyak sekali saat ini bertebaran berita palsu berkaitan dengan pandemi. Mengakibatkan orang-orang yang belum mencapai informasi yang baik menelan mentah-mentah pemberitaan yang ada.Hal ini mungkin bagi sebagian orang sederhana, tapi nyatanya ini lah bencana. Saya rasa saat ini banyak keluarga yang merasakan duka yang mendalam.

    Instastory dipenuhi, postingan mencari plasma, oksigen, obat, ruang perawatan atau ICU, kabar duka, bahkan pas banget kemarin seorang teman  Saya yang di 'pulau Jawa' sibuk kesana kemari mencari obat dan vitamin C. Ya, bahkan vitamin C. Harus ke kota sebelah katanya, karena di kotanya apotek sudah kehabisan semua.  Dan butuh hari itu juga.

Baca WA nya aja,  nangis :') 



    Kita sekarang, baik via medsos mau pun pengumuman langsung dari toa 'meunasah'/masjid rupanya tak membuka mata hati kah? Masih tak percaya dengan keberadaan virus ini kah?

Saya sebenarnya ga masalah kalau ada yang ga percaya, mungkin virus ini belum 'silaturrahmi' ke dirinya atau keluarganya.  Namun sebagai manusia, apa kematian yang kian bertambah hanya sekadar angka? Coba lah sejenak saja. Gunakah empati dan hati nurani sebagai manusia.

     Kalau ga percaya, coba lah untuk menyimpan itu sendiri saja. Jangan provokasi apalagi menebar hal yang ga pasti, ditambah memaki-maki bahwa ini hanya konspirasi.

Minimal  berupaya tidak melukai hati orang-orang yang sedang berjuang melawan virus ini dan orang yang berduka.

 Tak perlu kan harus Allah 'cabut nikmat sehat ' dulu baru percaya?

  Astaghfirullah.


    Belum lagi banyaknya konspirasi yang berseliweran di dunia maya, apa sebenarnya penyebab orang-orang gemar sekali memberitakan berita palsu dan konspirasi?

  Konspirasi itu muncul karena ketidakpercayaan, juga hanya mempercayai apa yang ingin dipercayai. Banyak sekali faktor yang menyebabkan munculnya hal ini,

    Salah satunya adalah pilihan politik. Di mana yang anti pada pemerintahan, cenderung akan mudah sekali percaya dengan hoax yang beredar. Alasannya karena sudah benci duluan, jadi logikanya sudah 'abai' dengan fakta di lapangan.

     Kemudian juga tidak semua masyarakat memiliki latar belakang pengetahuan yang baik, tidak semuanya terliterasi dengan baik. Penduduk yang belum terpapar informasi yang baik dan ilmiah, cenderung mempercayai konspirasi dan hoax. Alasannya sederhana, narasi bahasa hoax dan konspirasi itu LEBIH MUDAH DICERNA. Pemilihan bahasanya gampang dipahami. Saya baca beberapa hoax yang beredar, diksi dan narasinya mudah banget dicerna orang awam. Pantas saja banyak dipercayai yakan?

     Masyarakat kita kan sosial banget kan ya ahhaha, bisa saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain  loooh.

 Tentu sering dong denger

"Bu fulanah kemarin minum obat ini, sembuh dia. Manjur tokcer, saya mau minum juga lah. Bu fulanah aja sembuh"

 

Hoax di  WA grup,

"PENEMUAN DAHSYAT, ILMUWAN MUSLIM DOKTER TERMUDA LULUSAN MESIR MENEMUKAN OBAT ANTICORONA  YANG MUDAH  KITA TEMUI DI DAPUR"

 

Coba kita telaah polanya yuk!

1. Narasi keagaaman

2. Mengagungkan luar negeri

 3. Lulusan termuda atau cepat lulus, mengindikasikan 'pinter banget yang nemuinnya'.

4. Kemudahan bahan 'obat' untuk dibuat di rumah, yaitu bahan yang ada di dapur.

5. Narasi mudah dicerna, tanpa harus mengulik jurnal lagi.

Pasti sering dong liat yang begitu,  menyebar lah informasi yang tanpa dilandasi ilmiah. Kenapa hoax gampang menyebar sekarang?

     Berkat kemajuan teknologi dan pengetahuan. Pasti dong sekarang sudah ada WA. Apalagi WA grup, xixixi. Saat ini konspirasi sering dan kerap muncul terutama yang menghampiri beberapa generasi boomer.


             Mengapa beberapa generasi boomer kerap kali lebih percaya hoax? 

            Karena dikejutkan dengan teknologi. 

Berdasar asumsi saya pribadi, dikejutkan dengan teknologi ini berkaitan dengan akses informasi yang kian mudah, tetapi yang mengendalikan dan menyebarkan informasi belum tentu bisa menyaring dengan baik. 

Hal ini menjadi konsen karena berita bohong lebih mudah diakses daripada jurnal ilmiah, bahasa yang digunakan juga lebih mudah dicerna.  Akibatnya ide-ide "luar biasa masyaAllah" lebih sering muncul, lebih cepat menyebar, dan lebih cepat dipercaya. Nah, tugas kita nih yang sudah 'terpapar hal ilmiah' untuk mengemas narasi ilmiah dan sumber tervalidasi agar mudah dicerna dan diterima masyarakat.

 





Cara Santai dan Cerdas Menanggapi Komentar 'Buruk' Orang Lain

Cara Santai dan Cerdas Menanggapi Komentar 'Buruk' Orang Lain

Pernah nggak sih sebelum kalian melakukan sesuatu, kalian melakukan survei kecil-kecilan atau pun bertanya pendapat orang lain langkah yang ingin lakukan itu?

Foto pertama

Sesimpel ini, sebelum saya unggah foto ini di Instagram, saya bertanya dan memberi dua pilihan foto dan semua yang saya tanyai memilih foto ini. Tak ada satu pun yang memilih opsi foto kedua.


Foto kedua

Dan satu-satunya orang yang menyukai foto kedua adalah saya sendiri.

Tak ada yang salah dengan foto kedua, hanya saja ini terkait preferensi setiap individu.


Dan ini membuat saya jadi berpikir lagi terkait perbedaan preferensi dan juga hujatan orang lain, dulu pernah tersinggung jika ada yang menghujat, mencaci maki, tetapi seiring waktu tidak. Karena saya terus berusaha untuk berpikir logis, cacian itu tidak akan berefek sama sekali, karena saya memegang konsep perbedaan preferensi yang saya pahami sendiri.


Teman-teman saya sering banget komentar kalau saya foto, hahahah. Karena hampir gapernah mereka melihat saya senyum kalau foto, karena jarang.

Simpelnya begini lagi temen saya kalau saya mengunggah foto di WhatsApp pasti berkomentar "Senyum Ran senyum dong, biar manis"

Saya bilang saya merasa kalau saya senyum di foto, pipi saya itu "mengembang"
Namun, mereka bilang "enggak kok kalau ada senyum malah kelihatan lebih imut dan manis"
dan saya bilang lagi "Oh ya udah makasih ya"


Tapi apa setelahnya saya tersenyum di foto?
Tentu saja tidak ahhaha.

Saya lebih nyaman untuk tidak tersenyum. Apa salah saya tidak tersenyum? Apa salah kalau teman saya suka versi saya tersenyum?


Nggak salah dong, ini terkait preferensi aja, sukanya seperti ini, apa salah? Kan nggak. Hanya saja beda preferensi aja alias beda selera.


Sama seperti kalau saya dikomentari negatif nih ya, orang komentari sesuatu tentang saya misalnya, walau saya tau "kalimatnya nyelekit" apa saya menganggap itu sebuah penghinaan? Komen negatif? Sebenarnya iya, tapi balik ke konsep perbedaan preferensi tadi, yang bikin saya tenang dan enjoy. Saya anggap, mereka punya preferensi yang beda aja.


Menurut saya menanggapi komentar yang kita tahu itu sebenarnya negatif, ga membangun, chill aja.

Karena kalau kita udah punya konsep, punya rasa toleran yang tinggi, dihina pun kadang malah kasian dengan orang yang ngehina.


Karena sejatinya orang yang suka menghina orang lain, adalah orang yang nggak bahagia dengan hidupnya. Makanya suka sekali membuat orang lain merasa down, agar ada temennya.

Jadi, chill aja. Mau dikata-katain pun, santai aja. Karena kalimat hinaan orang lain, ga akan membuat nilai kita sebagai manusia turun. Malah jika kita kalem, santai, bisa manajemen "hinaan" dengan baik, nilai kita sebagai manusia akan lebih bertambah.


-Rani 🤍 -

Berbincang Tentang Perselingkuhan

Berbincang Tentang Perselingkuhan

"Berpikir logis dan Melanjutkan hidup"

Anggap kita sedang berbicara dalam satu ruangan hanya ada Saya dan kamu saat ini, jadi kamu bisa tenang dan meluapkan emosi dengan bebas, oke?

Kamu boleh setuju atau tidak, itu terserah kamu. Yang pasti, kamu tetap berpikir logis dulu ya🤍


Kamu menangis? Itu wajar, karena kamu mengira dan menangisi seseorang yang kamu rasa pelabuhan terakhirmu. Orang yang akan menjadi orang terakhir di hidupmu, ternyata pergi meninggalkanmu.

Kamu tidak bersalah sama sekali karena menangisi hal itu, itu adalah hal yang sangat wajar, karena kamu saat ini sedang terluka, merasa kehilangan, dan patah hati.

Namun, coba deh kamu tarik nafas, kamu tenangkan diri dan kamu tanya pada diri kamu sendiri


Sebenarnya apa yang benar-benar telah hilang? Apa yang sesungguhnya hilang dan apa yang kamu tangisi?

Ya, tentu saya tahu mungkin itu berkaitan perasaan, tapi coba kamu pikir lagi kamu menangisi seseorang yang bahkan tidak bisa memegang ucapan dan janjinya.


Kamu kehilangan seseorang yang memberimu janji-janji palsu, berjanji tidak akan menyakitimu dan tidak akan mematahkan kamu (lagi)

Kamu kehilangan seseorang yang telah menunjukkan sejatinya sosoknya, ketidak setiaan dirinya.

Kamu kehilangan seseorang yang tidak pernah bersyukur dan tidak pernah merasa cukup dengan "satu orang" saja.


Kamu kehilangan seseorang yang selalu mengabaikan hal-hal kecil yang menurutmu berharga.

Kamu kehilangan seseorang yang tidak pernah peduli hal-hal yang membuatmu sakit hati.

Kamu kehilangan seseorang yang bahkan tidak tahu bagaimana cara membuatmu merasa dicintai.


Kamu kehilangan seseorang yang bahkan tidak pernah tahu seberapa keras kamu berjuang untuk menurunkan standarmu dan membersamainya.

Kamu kehilangan seseorang yang bahkan tidak bisa memuliakan kamu sebagaimana seorang manusia.


Oke saya minta maaf mungkin saya terlalu tergesa-gesa menuliskan, tapi sekali lagi saya tanyakan apa yang telah hilang dari kamu?


Apa yang benar-benar telah hilang itu sehingga kamu menangisinya berlarut-larut?

Hanya karena seseorang yang bahkan kamu tidak pernah tau "hatinya" untuk siapa.


Saya paham saat ini kamu sedang sakit hati, tapi coba kamu tanyakan lagi pada dirimu sendiri apa pantas kamu diperlakukan demikian?

Oke jadi tarik nafas dengan lega, hembuskan, dan tersenyum lah walau sulit. Percaya deh sama saya kalau kamu bisa melanjutkan hidupmu dengan bahagia, melanjutkan pendidikan kamu, karier kamu, kamu menjadi orang yang lebih baik dibandingkan sebelumnya, kamu menjadi unstoppable, dan kamu bisa menerapkan "afirmasi" yang pernah saya terapkan,

" Tidak mengejar, berjalan semestinya. Menjadi lebih baik, memiliki power yang kuat. Belajar dengan tekun, bekerja dengan giat, hidup dengan baik, dan bahagia. Hanya orang-orang baik yang bisa masuk dan menjadi bagian hidup saya"

Beberapa bulan ketika kamu telah benar-benar lupa pada dirinya, saya rasa ia akan kembali dan menyesali hal itu. Karena balasan terbaik bagi pengkhianatan adalah kesetiaan, yang tak akan dia dapatkan lagi.


Tapi untuk apa kamu menanti penyesalan dia? Kalau kamu bisa menjadi orang yang lebih baik dibandingkan sebelumnya, maka orang yang berkualitas akan mengisi hari-harimu.

Patah hati itu benar-benar hal yang "wajar"kok, kamu jangan terlalu berlarut-larut, dan merasa bahwa hidupmu telah berakhir.


Duniamu tetap harus berjalan, dunia tetap berputar seperti biasa, dan kamu harus memilih hidup, jangan berpikir mengakhiri hidup yaa. Tuhan sudah menyiapkan seseorang di sana, yang pantas, dan akan memperjuangkanmu.


-Rani🤍

Perbedaan Tau, Kenalan, Teman, Sahabat, serta Teman Pengkhianat.

Perbedaan Tau, Kenalan, Teman, Sahabat, serta Teman Pengkhianat.

Berawal dari sebuah pesan di Quora saya. Saya tertarik menjawab pertanyaan ini.

Menanyakan perspektif saya, perbedaan tau, kenalan, teman, dan sahabat? serta teman pengkhianat.

Perbedaan tau, teman, kenalan, sahabat teman pengkhianat.

1. Tau, menurut saya ya hanya sekadar tau tentang profilnya yang dimunculkan di publik. Tidak pernah tahu cara mendalam dan personal. Sederhananya, saya tau Mbak Najwa Shihab, tapi saya tidak pernah tahu dan tidak pernah berinteraksi secara personal. Jadi saya tau tapi saya tidak kenal.

Kalau sudah kenal, naik tingkatannya menjadi kenalan.


2.Kenalan adalah ketika saling tau nama misal saya tau namanya Mbak Najwa Shihab dan Mbak Najwa tahu nama saya adalah Rani. Jadi kita tuh saling tau nama, saling ingat tapi tidak pernah berinteraksi secara lebih atau pun berbincang lebih. Ini seringnya kalau ketemu di kompetisi, saling tau nama aja, dan ketemu di mana hahaha.

Akan naik lagi tingkatannya menjadi teman.


3. Teman itu adalah orang yang pernah berada di satu lingkungan dan pernah berinteraksi lebih, tidak sekadar kenal. Seperti teman sekolah. Setidaknya pernah bertemu dalam jangka waktu yang lama dan minimal berinteraksi mendalam sedikit lah. Saling tau setidaknya minimal pernah sekolah di sini saling tahu juga namanya siapa, kelasnya berapa, apa dan interaksi lainnya.

Naik tingkat lagi


4. Teman dekat, saling tau yang personal misalnya alamat rumah, siapa orang tuanya, sedikit masalah hidupnya, itu sudah termasuk dekat menurut saya. Saling curhat juga termasuk teman dekat.

Kemudian setelah itu naik lagi tingkatannya menjadi sahabat.


5. Sahabat, ya setidaknya adalah orang yang memiliki frekuensi yang sama dan interaksi dengan sangat intens, tahu masalah personal dan hal yang berbau privasi, sahabat ini adalah orang yang "sudah teruji" sahabat itu bisa dikatakan "teman dekat yang sudah teruji", teruji bagaimana? Sahabat adalah orang yang sudah melalui masa sulit sama-sama dan saling membantu tanpa meninggalkan.


Nahh, teman pengkhianat menurut saya adalah orang yang memang dari awal tidak ingin berteman dengan kita sih sebenarnya hahaha.


Karena bagi saya pengkhianatan itu dilakukan jika saya ada kepercayaan, harapan, ekspektasi. Kalau saya sendiri jika hanya pada tahap teman saya tidak percaya penuh, ya ya sekadar profesional sudah selesai, makanya saya merasa kalau teman berkhianat itu agak sedikit sulit karena yang sering saya baca dan kasusnya menurut saya yang bisa berkhianat itu minimal teman dekat dan sahabat.

Karena kalau teman berkhianat ya interaksinya saja ya hanya sedikit dan tidak secara personal banget, berarti memang dari awal dia tidak ingin lanjut pada tahap yang selanjutnya dan pengkhianatan itu ada karena kepercayaan.

Jadi kalau saya sendiri sih, tidak memberikan rasa percaya penuh pada seorang teman ya, thanks to my trust issue hahaha

Sekian, semoga menjawab ya

[PENGALAMAN] Serba-Serbi Bersekolah Asrama di SMAN 10 Fajar Harapan Aceh

[PENGALAMAN] Serba-Serbi Bersekolah Asrama di SMAN 10 Fajar Harapan Aceh

 

Beberapa waktu lalu bermula dari tulisan saya yang ini

Ada yang mengirimi saya pesan di Instagram, agar saya menulis lebih banyak tentang kegiatan di sekolah asrama. Sekadar informasi saya merupakan alumni dari sekolah asrama, SMAN 10 Fajar Harapan Aceh. Sekolah asrama kerap dikaitkan seperti penjara karena tidak bebas melakukan aktivitas apapun dan segala sesuatu diatur sebagaimana peraturan sekolah dan peraturan dari asrama.


Saya sendiri waktu itu bersekolah di SMAN 10 Fajar Harapan, tidak terlalu merasakan hal demikian. Hal ini karena seiring waktu saya bisa beradaptasi dengan sekolah.  Mungkin saya akan menuliskan  sedikit kegiatan yang ada. Di tulisan ini juga saya akan menjabarkan peraturan di SMA saya seperti apa. Dimulai dari peraturan di sekolah untuk disiplin harian yaitu sekolah masuk dan berkegiatan. Itu dari pukul 7 sampai dengan pukul 5 sore. Namun, kegitan tidak hanya itu. Siswa harus bangun sebelum shalat subuh karena akan adanya salat subuh berjamaah di mushola dan itu wajib berjamaah akan kena hukuman ataupun essay yang peraturannya dijalankan dan diawasi oleh OSIS. Untuk mengakalinya ada yang mandi sebelum Subuh atau ada yang mandi setelah Subuh. Nah, kemudian setelah itu sarapan sebelum jam masuk ke sekolah sarapan pagi di ruang makan dengan antre menggunakan piring sendok dan peralatan pribadi kemudian setelah itu barangnya dicuci sendiri dan disimpan pada tempat yang telah disediakan diri sendiri itu masuk ke kelas berkegiatan jam 10 istirahat.


Mungkin saya tulis sedikit gambarannya ya.

Jadwal harian asrama

04.00 bangun tidur

04.30 di masjid atau mushalla subuh berjamaah agar tidak telat

Selepas shalat subuh kegiatan fleksibel. Tergantung beberapa hal.

Jadi dapat digunakan untuk

    Mandi

    Bersih-bersih asrama

    Lari pagi

    Bersih jadwal piket halaman sekolah

 

07.00 bersiap makan pagi

07.30  shalat dhuha berjamaah

08.00 di kelas, kalau hari senin bersiap untuk upacara

10.00 istirahat

10.10 masuk kelas

13.00 istirahat, shalat jamaah, makan siang

14.00  masuk kelas siang

16.00 pulang sekolah, shalat jamaah ashar

17.00 istirahat sore, makan sore, mandi dan beberes

18.30 bersiap shalat maghrib jamaah

19.15 pengajian malam

20.00 shalat isya jamaah

20.40 belajar malam di kelas

22.00 pulang dari belajar malam, istirahat, tidur.

 

kenangan kompetisi

Nah, kegiatan tersebut di atas ada bersifat mengikat dan fleksibel. Untuk shalat, kegiatan sekolah bersifat mengikat. Yang sangat wajib, jamaah 5 kali sehari, juga dengan kegiatan sekolah yang terikat.

Di sini untuk kegiatan yang dijalankan dan diawasi oleh OSIS juga bersifat mengikat, yang mana tiap siswa yang melanggar peraturan OSIS akan mendapat hukuman dapat berupa hafalan, essay, atau bisa ditindak lanjut hingga ke ruang BK/ guru.

 


Saya ceritakan gambarannya dikit yaa.

Teman kamar di asrama

ASRAMA

Terdapat Pembina asrama, baik pembina asrama putra dan putri. Memiliki tugas yang berkaitan di luar jam sekolah, seperti mengontrol siswa pada sore dan malam hari. Jika ada siswa sakit, maka pembina asrama memiliki peranan penting untuk  membawa dan mendampingi siswa berobat. Pembina asrama juga mengontrol setiap pagi, sore, dan malam.

Kehidupan di asrama juga harus melakukan piket, pembersihan asrama, kamar mandi, halaman asrama, kawasan jemuran pakaian, dan banyak lainnya yang merupakan tanggung jawab dari tiap penghuni asrama.

Kamar mandi di asrama, bergantung pada blok/lokasi dari asrama. Namun, kamar mandi keseluruhan tidak berada di dalam kamar, lokasinya di luar kamar dan dipakai secara bersamaan.

Sistem pembersihan asrama, memiliki piket. Kondisi asrama berbeda-beda tiap blok/asrama. Saat itu saya di blok H dengan 20 penghuni per kamar. Maka sistemnya adalah piket secara bergantian. Dilakukan secara gotong royong.

Kamar asrama luasnya seukuran kelas terletak di lantai dua, dengan ranjang atas dan bawah. Bersama penghuni kamar yang 20 orang, terdapat canda,tawa, sedih, marah, kecewa, lalu kembali seperti sedia kala. Layaknya sebuah keluarga. Karena yang 24 jam bersama adalah teman kamar, terutama teman samping ranjang.

 

Peraturan keluar masuk asrama juga ada, terutama perihal kepulangan dan balik ke asrama. Siswa diizinkan untuk pulang ke rumah setiap sabtu siang, dan kembali ke asrama setiap minggu sore. Jadi di SMA ini, saya tidak terlalu merasa home sick, kecuali saat awal tinggal di asrama. Karena setiap minggunya diizinkan untuk pulang.

Jadwal untuk kunjungan adalah hari kami sore, jad keluarga diizinkan untuk mengunjungi dan bercengkerama ke asrama pada kamis sore. Sekolah di sini tidak seketat yang dibayangkan, siswa masih bisa mengekspresikan diri dan ikut kegiatan yang disenanginya. Untuk perihal makanan, saat zaman saya, tahun 2015-2018 siswa diizinkan membeli makanan di luar, dengan dititipkan di pos satpam. Jadi ya, untuk masalah makanan sama sekali tidak mengganggu. Karena gizi tercukupi.




 

MAKANAN

 Berkaitan dengan makanan, siswa makan 3 kali sehari. Jika ada yang ingin puasa, juga disediakan makanan sahur, yang dapat diambil di dapur, juga maknan berbuka. Bagi yang alergi juga terdapat makanan opsional, seperti ikan air tawar, dan lainnya. Selama melapor dan konfirmasi, akan diberikan.

Menu makanan juga variasi,

Untuk makanan sangat variasi.  Bisa nasi goreng, nasi gurih, nasi putih, mie, bubur,  dengan lauk juga variasi. Seingat saya, untuk makanan termasuk hal yang sangat fleksibel dan disyukuri menunya yang saya sangat ingat masih ayam goreng, ayam masak aceh, ayam semur, ayam lado, ayam cabe hijau, opor ayam, soto ayam, nugget ayam, keumamah, daging rending, daging lado, bakso, mie goring, bubur kacang hijau, bubur kacang merah, ikan teri lado, ikan asin lado, ikan masak aceh, ikan goreng, ikan lado, ikan bakar, dan banyak lainnya yang saya lupa, hehe.

Untuk makanan paling sering menu variasinya adalah ayam.

Juga tersedia buah seperti papaya, semangka, jeruk. Pudding, teh susu, teh manis, dan lainnya.

Hanya itu yang saya ingat, menunya termasuk lumayan menurut saya.

 

Suasana di kelas.

SHALAT

 

Untuk shalat diwajibkan selalu berjamaah di mushola, lima kali sehari plus dhuha berjamaah. Jika kedapatan tidak berjamaah akan mendapat hukuman dapat berupa essay atau hafalan quran. Untuk shalat juga terdapat peraturan pakaian shalat, laki-laki menggunakan sarung, perempuan wajib menggunakan mukena berwarna putih.  Harus berada di mushola tepat sebelum iqamah, karena akan adanya absen yang dilakukan oleh OSIS. Jika saat absen tidak ada, maka bersiaplah untuk hukuman.

Shalat adalah kewajiban tiap muslim, tapi pembiasaan dengan jamaah yang ditekankan juga kedisiplinan.

 

SPEECH

Nah, ini momok yang lumayan menakutkan bagi siswa baru dan tahun kedua. Apalagi yang tidak berani berbicara di depan umum. Ini ajangnya keringat dingin, jadi untuk speech  yang pertama diberikan waktu 7 menit untuk speech dalam Bahasa. Selanjutnya untuk jadwal giliran selanjutnya menggunakan, English. Jika mendapat giliran ketiga, maka bisa menggunakan Bahasa asing, dan diperbolehkan menggunakan English. Akan sangat duji, karena berbicara di depan ramai orang dan  disaksikan satu sekolahan. Namun, saya rasa ini adalah ajang melatih kepercayaan diri dan juga eksistensi kepandaian berbahasa.

 

BAHASA

 

Di sini, Bahasa juga diwajibkan. Terdapat spy yang bertugas mencatat kesalahan berbahasa tiap siswa. Nah, ini agak tricky karena yang melapor kesalahan berbahasa adalah teman. Jadi kita sangat dilarang menggunakan Bahasa selain ketentuan hari yang ditentukan.

English day, hari wajib berbahasa inggris. Kemudian nanti juga ada hari bebas, di sini bebas menggunakan Bahasa apapun. Ada juga hari yang hanya boleh menggunakan Bahasa selain Bahasa inggris dan Bahasa Indonesia. Jika melanggar tentu ada hukuman, bisa berupa speech, atau bahkan essay dalam Bahasa inggris dan Indonesia.

 

ALAT KOMUNIKASI

 Di sini, hanya boleh menggunakan telepon yang tidak memiliki kamera dan akses internet. Seperti telepon genggam merk n*kia yang tidak punya kamera. Berlaku untuk siswa pada tahap awal, tapi jika sudah pada masa-masa penerimaan siswa dan ajang festival di sekolah. Diizinkan membawa gawai, karena kebutuhan akses informasi. Untuk laptop, diperbolehkan, karena sekolah memberikan akses dan kebutuhan pembelajaran juga tugas presentasi. Jadi untuk komunikasi dengan keluarga tentu sangat mudah karena diizinkan menggunakan telepon genggam.

 

 

Ini gambaran seragam sekolah

PAKAIAN

Pakaian sangat diatur ketat, di sini dijalankan dan diawasi oleh OSIS seksi budi pekerti. Mulai dari kepala sampai dengan kaki. Semuanya sudah diatur, saya akan menjabarkan tentang pakaian siswi saja ya karena ini saja sudah sangat panjang.

Jilbab : wajib tebal, jilbab kain. Minimal 3 cm di bawah symbol lambing sekolah, artinya harus menutupi dada. Dilarang menggunakan pashmina dan jilbab yang tidak sesuai syari. Untuk jilbab yang kainnya tipis, wajib dilapis dua jilbab agar tidak menerawang. Wajib menggunakan ciput/dalaman jilbab agar tidak kelihatan anak rambut dan rambut poni. Wajib menggunakan peniti dan nama pengenal di jilbabnya.  Untuk ke sekolah dilarang menggunakan kerudung instan, harus kerudung kain dan seragam

Untuk kegiatan sehari-hari di luar jam sekolah, ketentuan jibab juga sama. Menutup bagian dada dan 4 cm di bawah bahu. Tidak harus jilbab yang sangat besar.

 Baju, rok, gamis, celana : baju wajib panjang, tidak boleh ketat, panjang baju harus di bawah bokong, tidak boleh menggunakan baju yang pendek. Diperbolehkan menggunakan gamis, rok, dan celana.

Untuk rok : tidak boleh rok berbahan karet, tidak boleh rok yang pendek, tidak boleh rok span yang ketat

Untuk gamis : dilarang gamis yang ketat

Untuk celana : hanya boleh menggunakan celana kain yang longgar, dengan ketentuan panjang baju harus di bawah lutut.

Untuk pakaian yang tipis, wajib menggunakan manset baju.

Diwajibkan menggunakan manset tangan.

Wajib menggunakan kaos kaki, dengan ketentuan panjangn kaos kaki 15 cm di atas mata kaki.

Wajib menggunakan legging( dalaman) jika menggunakan gamis dan rok.

 

Sepatu diperbolehkan bebas, untuk ke sekolah sepatu wajib hitam. Untuk kegiatan sehari-hari jika dalam kelas, diwajibkan menggunakan sepatu tertutup dan bebas.

 

Jarak antara laki-laki dan perempuan minimal 1 meter, foto tim majalah.


INTERAKSI

 

Di sini, interaksi sebenarnya tidak seketat itu dibatasi.

Interaksi antara sesama teman perempuan sama seperti pada umumnya, tetap menjaga etika.

Interaksi dengan senior perempuan, jika lewat di depan senior wajib mengucapkan salam, “Assalamualaikum Kak” dengan senyum terhadap senior. Makanya penting sekali mengenal mana senior mana teman seangkatan, bisa dlihat pembedanya dari “penanda” yang hanya siswa Fajar Harapan yang tau xixixi.

Interaksi dengan teman laki-laki yang seumuran atau senior  dibatasi, yaitu jarak antara laki-laki dan perempuan ketika berbicara minimal 1 meter. Jadi tidak boleh berdekatan, jika ada laki-laki yang lewat tunggu hingga selesai mereka berjalan. Wajib menundukkan pandangan jika melihat laki-laki yang lewat.

Hal ini berlaku juga sebaliknya, interaksi antara laki-laki dengan teman perempuan. Dilarang berbicara hal yang tidak penting.

Dengan guru, jika ada guru yang lewat, wajib mendatangi guru tersebut salam tangan, dan mengucap salam.

Sangat ditekankan

“SALAM, SENYUM, SAPA, SOPAN, SANTUN” jadi hal itu harus menjadi nilai dasar yang dimiliki.

 


Foto saat wisuda 2018



 Saya bersekolah dari tahun 2015-2018, kemungkinan banyak sekali hal yang berubah saat ini dan juga yang tak tertulis di tulisan saya kali ini. Karena lupa dan bingung hal apa lagi yang harus ditambahkan. Jika ada waktu luang akan saya tambahkan lagi InsyaAllah, terima kasih sudah membaca!