Heyraneey | Talk Less Write More
 [PENGALAMAN]   LULUS SNMPTN, JURUSAN DENGAN KEKETATAN TINGGI DI INDONESIA .

[PENGALAMAN] LULUS SNMPTN, JURUSAN DENGAN KEKETATAN TINGGI DI INDONESIA .

Halo, Assalamualaikum hari ini karena banyak sekali yang masih kebingungan terkait SNMPTN ya.

Baiklah, rani akan menjelaskan secara singkat ya berkaitan dengan  hal-hal yang harus dipastikan dan juga sedikit cara agar bisa tembus SNMPTN.

 

Pastikan dan pahami tata cara, aturan SNMPTN tiap tahunnya. Karena kebijakan SNMPTN bisa berubah-ubah setiap tahunnya, bergantung kebijakan tiap tahunnya. Jadi, jangan sampai salah kaprah hanya karena tidak tau aturan yang diberlakukan ya. Untuk tahun 2021 atau tahun ini berikut gambaran jadwalnya



 Perhatikan akreditasi sekolah, karena akreditasi sekolah memengaruhi berapa kuota yang bisa mendaftar SNMPTN. Akreditasi A akan berbeda kuotanya dengan akreditasi B, C dan seterusnya. Makin bagus akreditasinya, makin banyak siswa yang boleh ikut SNMPTN

 

 

Akreditasi sekolah ini berperan penting karena akreditasi sekolah ini menentukan berapa banyak siswa yang bisa ikut SNMPTN dan juga bagaimana reputasi sekolah. Perlu digarisbawahi, banyak sekolah yang memfokuskan siswanya ke UN memfokuskan siswanya ke prestasi akademik karena inilah yang membuat reputasi sekolah baik dan mempermudah untuk SNMPTN, kalau 

SBMPTN beda lagi ceritanya.

      



Nilai dari rapor sebenarnya kalau kamu bilang nilai naik turun itu tidak masalah asalkan nilainya tidak jomplang banget misalnya dapat 90 kemudian turun jadi 70 itu jomplang banget, tapi kalau misalnya 90 turun jadi 86 80  itu tidak masalah


 Jangan pilih jurusan  yang sama dengan temanmu. Apalagi nilainya di atas rata-rata yang kamu miliki, kalau nekat sih nggak masalah ya tapi cenderung jarang sekali ada yang lulus di satu program studi yang sama dari satu sekolah kecuali sekolahmu itu benar-benar sekolah yang reputasinya luar biasa kalau sekolahnya biasa saja itu sangat jarang terjadi.


Kamu harus memahami dengan detail jurusan yang ingin kamu tuju seperti jumlah peminat tiap tahunnya kemudian jumlah yang diterima dan persentase tiap daerah misalnya kamu pingin milik ke UI. Kamu asalnya dari Aceh dan tahun lalu dan 5 tahun kebelakangan tidak ada yang lolos ke UI dari Aceh kemungkinan kamu lolos itu sangat kecil karena apa karena mengingat statistik yang sebelumnya tidak ada yang lolos jadi kalau kamu ingin memilih,, ya tidak masalah. Namun, kalau dilihat kemungkinan ya cenderung kecil.


Lintas jurusan, harus benar-benar paham banget bahwa SNMPTN ini kinerja kalian selama 3 tahun kalau kalian anak IPA dan tiba-tiba kalian pilih SNMPTN IPS apa indikator penilaiannya. Jadi harus benar-benar tahu jurusan yang kalian inginkan itu tidak menerima atau menerima siswa yang lintas jurusan karena percuma nilai kalian tinggi tapi di persyaratannya tidak masuk ya kan jadinya sia-sia missal Psikologi di Universitas Syiah Kuala di bawah naungan Fakultas Kedokteran. Namun, Psikologi Universitas Syiah Kuala itu adalah IPS. Jadi kalian harus benar-benar pahami jurusannya. Jangan sampai salah langkah ya ini bahaya banget.


 Pilih jurusan dengan serius karena tahun ini berbeda banget loh konsekuensinya kalau kalian pilih jurusan asal-asalan ataupun asal lulus saja.  Karena risikonya bisa di blacklist dari SBMPTN dan beberapa jalur masuk kedepannya sangat merugikan kan. Ya makanya, harus pilih yang benar-benar kalian inginkan agar tidak menyesal. Pilihlah pilihan 1 yang sangat kalian inginkan dan pilihan 2 yang kalian inginkan tapi tidak seketat pilihan 1..


 Pilih dua pilihan tapi jangan berharap lolos di pilihan kedua. Anggap saja pilihan kedua itu adalah bonus ya. Walau  Rani sendiri lolos di pilihan kedua nih, tapi itu di luar ekspektasi banget! Karena pilihan kedua itu seperti sangat kecil kemungkinannya untuk lolos.  Jadi kalian harus benar-benar letakkan pilihan pertama itu yang kalian inginkan dan pilihan ke-2 sebagai  bonusnya.


 Kalau kamu punya sertifikat dari Kementerian ataupun dari instansi pemerintahan baik itu menang kamu bisa sertakan saja baik itu menang ataupun finalis karena itu berbobot atau kamu pernah ikut penelitian and1 lomba internasional sertakan saja karena itu menambah poin plus penilaian Saya pernah nulis tentang sertifikat yang saya masukkan di sini

Kalau kamu tidak punya sertifikat maka tidak masalah kamu tetap bisa mendaftar dengan nilai yang kamu punya

 Perhatikan poin dan keketatan jurusan pilihan baik yang pertama dan kedua jangan sampai jurusan dua itu jauh lebih ketat dibandingkan dengan jurusan pertama. Jadi harusnya pilihan pertama adalah pilihan dengan keketatan tertinggi kemudian pilihan kedua jurusan yang keketatannya tidak terlalu tinggi karena kalau misalnya kamu milih yang pertama itu itu tidak ketat dan kamu enggak lolos otomatis yang kedua dengan keketatan yang sini kamu juga bisa enggak lolos.




                               

 Kalau kamu lolos SNMPTN ambil lah! Walaupun itu pilihan kedua karena kamu akan lebih sangat menyesal jika kamu membuang pilihan SNMPTN dan kamu tidak lolos di SBMPTN dan kamu harus di-blacklist. Lebih baik kamu maksimalkan pilihan yang akan kamu pilih jangan kamu asal ambil gitu!


Fyi, rani lolos di Informatika Universitas Syiah Kuala.

 

 Okay, mungkin sekian dulu dan rani akan nulis tips lolos SBMPTN tanpa Bimbel!

Terima kasih sudah membaca!

 



[PENGALAMAN] Kuliah Kedokteran  Secara Daring (Online)

[PENGALAMAN] Kuliah Kedokteran Secara Daring (Online)

Menyenangkan tenaga, melelahkan logika.


Bahan persiapan seadanya, dan disesuaikan dengan keperluan.


Saya kuliah online udah hampir setahun berarti ya. Saya termasuk mahasiswa tim lumayan senang kuliah di rumah hahaha.

Saya senang ya, karena waktu saya lebih efisien dibandingkan jika di kampus. Karena jarak dari rumah saya ke kampus itu memakan waktu 30 menit hanya untuk pergi, belum lagi pulang, apalagi pulangnya sore, pasti saya maghrib shalat di masjid terdekat kampus. Cukup memakan banyak waktu di perjalanan menurut saya.


Hanya saja jika praktikum online, terdengar jarang ya. Namanya praktik tapi tidak dilakukan, ya tidak relevan.

Menurut saya kuliah online ini sebenarnya memiliki dua sisi, ada sisi serunya ada sisi tidak serunya, serunya karena tidak pusing milih outfit ke kampus cukup jilbab gede doang, asal sopan cukup. Tidak perlu mengemudi 30 menit untuk ke kampus, bisa multitasking, bisa mengerjakan banyak hal juga, dll.


Kendalanya adalah karena saya mahasiswa kedokteran, ya tidak bisa kalau tidak offline sama sekali. Ada praktiknya langsung terhadap manusia, cadaver juga adanya di kampus, alat praktikum lengkap juga di kampus, jadi kuliah offline tetap diperlukan.

Membuat video dari pagi sampai malam :")

Setiap skill wajib membuat video untuk mengganti tugas praktiknya, maka kami harus membuat video skill yang kemudian akan dinilai oleh para konsultan senior atau para dosen. Saya pikir itu cukup mudah awalnya untuk membuat video, ternyata untuk membuat satu video saja bisa memakan waktu berhari-hari!

Apalagi jika materinya banyak, seperti saat ini skills ANC, Leopold, dan pelvimetri klinis yang cukup menguras tenaga.


Kendala teknisnya adalah jika sedang mati lampu atau jaringan hilang secara mendadak itu sangat kesulitan, beruntung pihak manajemen pendidikan di fakultas sangat memahami bagaimana kondisi mahasiswa.


Saya sangat mengapresiasi para guru-guru saya atau dosen saya yang saat ini masih menyempatkan diri untuk mengajar di tengah kesibukannya memeriksa spesimen di laboratorium infeksi Unsyiah, menangani pasien yang kian hari bertambah.

Foto bersama setiap saat sebagai absensi, ini bersama Dr. dr. Hasanuddin Sp.OG (K), terima kasih banyak lagi dan lagi, atas ilmunya dokter.


Saya rasa kuliah online jika untuk materi kuliah pakar atau kuliah umum, bisa dilakukan secara online.

Menurut saya ketika tatap muka pun metodenya hampir sama, dosen memberikan materi ditampilkan di layar sambil penjelasan tentang materi tersebut.

Berbeda dengan skills lab, kalau skills lab saya rasa memang harus offline karena memang praktik dan mengerjakannya langsung, begitu juga dengan praktikum lainnya.

Menurut saya pembelajaran online ini bisa diterapkan secara 50:50, untuk materi pembelajaran yang bisa dilakukan di rumah, mungkin bisa dipertimbangkan pembelajaran di rumah saja. Kalau untuk praktikum dan berbagai kegiatan yang memerlukan aktivitas fisik bisa dilakukan di kampus.


Wajib menggunakan jas praktikum

Wajib menggunakan jam tangan berdetik

Saat skill, juga dibutuhkan stetoskop saat pemeriksaan, tergantung skill nya sih, ini kebetulan tentang pemeriksaan neonatus (bayi baru lahir)


Pembelajaran online ini juga mengajarkan saya untuk lebih ekstra bertanggung jawab terhadap diri sendiri karena tidak ada yang menolong suatu kemalasan, hahaha.

Kewajiban terhadap masing-masing individu untuk belajar, tugas harus diselesaikan sehari sebelum tenggat waktu, materi harus dipahami secara mandiri, dan banyak hal yang lainnya yang membuat saya untuk banyak meningkatkan cara belajar saya, hal ini tentu membuat saya merasa jauh lebih bisa bertumbuh untuk siaga di kondisi apapun.


Sekian sedikit pengalaman kuliah di masa pandemi, semoga pandemi ini segera usai :")

Bagaimana Cara Bersikap Terhadap Para Difabel Agar Tidak Terjebak Dalam Ableisme?

Bagaimana Cara Bersikap Terhadap Para Difabel Agar Tidak Terjebak Dalam Ableisme?



Semoga bisa bermanfaat dan tidak menyinggung siapa pun, saya hanya ingin berbagi sedikit ilmu yang saya dapatkan di talk show yang saya tulis dengan cara saya sendiri. Kalau ada salah mohon diingatkan dengan baik, karena saya masih mahasiswa, masih sangat awam akan pengalaman dan ilmu.

Mungkin ini ga menjawab secara keseluruhan, tapi ya sedikit membahas lah. Semoga sedikit menjawab hehe


Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas menyatakan bahwa :

Penyandang Disabilitas adalah setiap orang yang mengalami keterbatasan fisik, intelektual, mental, dan/atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dapat mengalami hambatan dan kesulitan untuk berpartisipasi secara penuh dan efektif dengan warga negara lainnya berdasarkan kesamaan hak

Siapa saja yang termasuk disabilitas atau difabel?

Disabilitas sendiri sejauh ini terdiri dari 5 kategori

Lima kategori tersebut antara lain:

1. Disabilitas fisik, yang mana mencakup amputasi, lumpuh layu, paraplegi, cerebral palsy, stroke, kusta, dan orang kecil seperti dwarfism atau seckel syndrome dan lainnya.

2. Disabilitas intelektual, yang mana mencakup termasuk lambat belajar, grahita, down syndrome, dan lainnya.

3. Disabilitas mental yang mana mencakup skizofrenia, bipolar, depresi, anxietas, gangguan kepribadian, autis, hiperaktif, dan lainnya.

4. Disabilitas sensorik yang mana mencakup mencakup tunanetra, tuli, tunawicara, rungu wicara, dan lainnya.

5. Disabilitas ganda atau multi, disabilitas multi atau ganda merupakan dua disabilitas atau lebih yang disandang oleh satu orang


Ableism adalah istilah yang kerap dikaitkan dengan fenomena sosial yang menggambarkan sikap diskriminatif dan kekeliruan cara pandang serta prasangka terhadap seorang penyandang disabilitas atau difabel.

Sikap yang seolah membenarkan tindakan diskriminasi terhadap teman-teman difabel, dijadikan lelucon.

Masih ingat, “Ga tau males, mau beli truk?”

Itu menjadi contoh dari bukti nyata bahwa banyak dari kita masih menganggap disabilitas sebagai sesuatu yang pantas ditertawakan.


Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Sudah mencakup segala pemenuhan hak para difabel, tetapi kenyataannya?

Banyak dari kita masih “terkungkung” stigma akan teman-teman difabel.

Ableism menciptakan invisible barriers bagi penyandang disabilitas untuk terlibat secara penuh dalam komunitas (World Health Organization/ WHO, 2001)


Hal apa yang bisa mencegah kita dari ableism?


Saya senang sekali bisa diberikan kesempatan untuk bisa berbincang dengan Kak Erlina Marlinda, merupakan salah seorang Program Manager di Children and Youth Disabilities for Change (CYDC).
Saya mulai memahami dan semakin menyadari bahwa isu-isu ini kerap terabaikan dan tidak terealisasikan secara nyata.


T I B I A - H U M A N R I G H T S D A Y 2 0 2 0

Teman-teman bisa lihat full, live Instagram Cimsaunsyiah bersama Kak Erlina Marlinda.

Di link di atas ya.


Oleh karena itu, jangan hanya karena fisiknya berbeda kita menganggap orang-orang difabel tidak bisa melakukan apapun. Berikan kepercayaan kepada teman-teman difabel untuk melakukan sesuatu, sesuai dengan kemampuannya. Karena kita semua pasti sudah paham apa saja kemampuan yang bisa dilakukan.

Jika teman-teman difabel tidak mampu melakukan suatu hal, pasti akan meminta tolong pada orang lain. Karena ketidakpercayaan itu merupakan salah satu bentuk diskriminasi terhadap teman-teman difabel.


if a difable person says they can do something, believe them!

People know their own abilities and limitations.


Terima kasih buat teman-teman sudah follow Instagram juga bergabung di live Instagram ya 🤍

 Sex Education, Langkah Preventif Pencegahan Hal yang Tak Diinginkan.

Sex Education, Langkah Preventif Pencegahan Hal yang Tak Diinginkan.

 


Sex Education, Langkah Preventif Pencegahan Hal yang Tak Diinginkan.


Gambar dokumen pribadi


Saya sangat ingin mengatakan bahwa sex education itu penting. Come on, ini bukan hal yang tabu. Penting sekali loh, ini. Sebagai mahasiswa kedokteran saya merasa wajib untuk berbagi ilmu dan belajar bersama, saling mengedukasi. Karena tindakan preventif jauh lebih baik.

Saya menulis hal ini bukan berarti saya sangat paham, tidak juga. Namun, saya menulis untuk memberikan sedikit hal yang saya ketahui. Karena saya sesekali berinteraksi dengan pihak P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak), mendapati kasus berkaitan dengan seksualitas apalagi terhadap anak dan perempuan meningkat tiap tahunnya, ini data di daerah saya loh ya Aceh. Dan itu hanya yang terlapor dan terdata, kalau yang tak terlapor? Tentu jauh lebih banyak! [1]


Membahas tentang sex education apa stigma yang terbentuk pertama di pikiran segelintir masyarakat? Hubungan suami istri, alat-alat kontrasepsi, kehamilan atau melahirkan?

Pasti tiap dari kita memahami kata sex education dengan berbeda.


Sebenarnya sex education bertujuan mengajarkan mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan pelecehan seksual, kekerasan seksual, pemerkosaan, seks di luar nikah, pernikahan di usia dini bahkan penyakit seksual menular. Fakta di lapangan yang saya pahami di Indonesia, khususnya daerah saya Aceh, pendidikan seksual masih belum mengalami kemajuan. Harusnya pendidikan seks diajarkan kepada tiap individu pada masa pre-school. Di sinilah peran terbesar kita semua terkait hal ini.


Melinda digambarkan sebagai gadis polos, lugu yang malang, akibat tak paham tipu daya, akhirnya terjebak. Ia sangat ingin terlihat lebih "Gaul" dibanding teman-temannya. Akhirnya terkungkung dalam risiko, terpaksa mereka sepakati.


Betapa malangnya, akibat kurang edukasi dan aware, hingga dimanfaatkan oleh sosok yang alih-alih dicintai. Padahal sosok Nico pada webtoon ini adalah penjahat kelamin yang sangat lihai, menggunakan kata-kata manis untuk memuluskan perangkap. Nico digambarkan sosok manipulatif yang telah bergonta-ganti pasangan lebih dari tiga kali, masih tidak paham juga terkait hal ilmiah organ reproduksi, masih percaya mitos tentang keperawanan pula. Cara Nico merayu wanita memiliki pola yang sama, kata-kata manis, pujian, hasutan, membuat seolah tantangan, lalu menerkam kepolosan tiap gadis yang lugu.


Betapa hancurnya hati Melinda, seolah jatuh di jurang terdalam kehidupan masa remajanya. Ia belum siap menjadi seorang Ibu, dipaksa untuk menggugurkan kandungannya. Malangnya. Dan pintarnya Nico, ia melakukannya atas izin Melinda. Tentu saja karena Nico sangat jago memanipulasi psikologis gadis yang lugu. Kalau sudah dengan Consent tidak bisa disalahkan hanya laki-lakinya saja, karena mereka melakukannya suka sama suka. Namun, Melinda menyesal, karena apa? Lagi-lagi karena Nico sosok manipulatif, awalnya ia manis pada Melinda berubah menjadi kasar, abusif, pemalas, dan lainnya.


Dan ingat, harusnya kendali ada di dirimu sendiri. Kamu membiarkan dirimu terbuai atau lari dan menutup segala celahnya?


Teruntuk perempuan-perempuan di luar sana. Apalagi yang sudah 'terlanjur' dan bingung harus bertindak seperti apa misalnya banyak ancaman dan juga banyak hal-hal yang membuatmu takut untuk terlepas dari hal tersebut mungkin ini bisa membantu.

Untuk kalian yang berasal dari Aceh, butuh bantuan bisa menghubungi kontak di atas. Kamu tidak sendirian, banyak yang akan membantu.

Kontak ini juga bisa, ini nasional tak terbatas hanya dari satu daerah saja.

Jika kamu mengenal saya secara personal, dan kamu bingung, kamu bisa hubungi saya. Saya akan membantumu. Jika saya berteman dengan orang yang telah melecehkan kamu, kabari saya, maka semua itu akan berubah.



Cinta bukan alasanmu untuk mengizinkan seseorang kurang ajar padamu, hargai dirimu sendiri, jangan terbuai dengan janji manis yang aslinya jebakan.


Virginity can't measuring how precious we are as a human. Your heart does.

I hope, kita tidak tabu lagi terkait sex education.


Saya belum pernah pacaran, jadi mungkin akan banyak perbedaan persepsi "Cinta" dengan teman-teman semua.

Karena saya beragama Islam, maka wajib dan penting bagi saya untuk "Menjaga diri" hingga halal dan terkhusus untuk suami saya nantinya, jika ada yang memiliki prinsip berbeda dengan saya, ya itu urusan pribadimu, ini prinsip saya.

"Saya tak menerima adu jotos tentang ini"

Perlu diingat pula, tidak semua manusia memiliki agama dan mementingkan agama, and i respect that. As long as all human not destroy someone's life, it was really good enough.


Note berkaitan tentang tulisan ini:

  1. Saya seorang toonderella ahhaha, alias pecinta webtoon 22.00, ada pembahasan mengenai kehidupan remaja terkait sex education yang sangat menarik yang saya screenshoot ini berjudul "Mistake"
  2. Menulis tentang hal ini bukan berarti saya sangat paham, saya ingin berbagi sedikit ilmu yang saya pahami tentang kehidupan.
  3. Karena sering dicurhati, saya jadi sedikit mengenali pola tingkah laku para "pemangsa"
  4. Saya sangat respect terhadap siapa pun yang ingin belajar, selama masih sopan dan tidak kurang ajar, terlebih para gadis remaja yang tengah dilanda penasaran sisi lain dunia. Saya tak akan melarang, tetapi saya akan berikan side effect dan fakta nyata. Selebihnya itu keputusan masing-masing individu.
  5. Apakah terjerat hukum jika melakukan dengan consent? [2]
  6. Jangan mudah percaya mitos seputar reproduksi, makanya penting bagi kita untuk belajar dan terus belajar, tetap ilmiah ya.
  7. Dari mana memulai dan bagaimana memulai sex education? [3]

Btw, ini pertanyaannya tentang Kampanye bebas kan? Tidak perlu hanya saat nyaleg?

Catatan Kaki

   Apa saja stigma tentang mahasiswa kedokteran yang kamu rasa salah?

Apa saja stigma tentang mahasiswa kedokteran yang kamu rasa salah?


Ini sebenarnya reanswer, karena sepertinya setelah saya baca ulang tidak nyambung dan terkesan terlalu dangkal, karena saya ya masih mahasiswa yang awal. Jadi saya jawab ulang di pertanyaan ini ya. Biar lebih relate sebagai mahasiswa.


Ya saya mungkin lebih bukan ke stigma tapi lebih ke keluh kesah? Atau mungkin yang terbayangkan oleh orang jika mendengar kata kedokteran aja kali ya, baiklah.



1. Mahasiswa kedokteran belum menjadi seorang dokter.

Jadi berhentilah bertanya dan konsultasi dengan para mahasiswa terlebih mereka masih mahasiswa awal belum tahu sama sekali dan belum boleh bersentuhan langsung dengan pasien alias belum praktik. Anyone? :")

2. Mahasiswa kedokteran bukanlah seorang dokter jadi berhentilah memanggil para mahasiswa dengan ibu dokter karena saya pribadi merasa terbebani ketika ada orang memanggil saya dokter atau bu dokter karena saya sadar ilmu saya itu masih cetek sekali, apalagi saat kamu tanya tidak semua hal saya bisa pahami jadi saya merasa malu gitu dan guilty. Kalau konteks bercanda masih bisa dipahami kok.

3. Mahasiswa kedokteran tidak semuanya berasal dari kalangan menengah ke atas mahasiswa kedokteran sangat beragam apalagi jika berada pada ada universitas negeri jadi berhentilah memiliki stigma bahwa jika masuk kedokteran haruslah kaya, tidak sama sekali!



4. Tidak semua mahasiswa kedokteran sudah memiliki pasangan atau belagu gitu, please jika kalian mengatakan bahwa mahasiswa kedokteran itu belagu, mantu idaman, etc. Saya dan teman saya hampir rata-rata single semua, saya rasa bukan tidak diinginkan orang lain, namun orang berpikir bahwa jika kelak menjadi dokter pasangannya wajib dokter juga padahal enggak demikian. Jika udah jadi dokter nanti maka standarnya tinggi, padahal bukan standarnya tinggi, si laki-lakinya aja minderan apapun udah jiper duluan, padahal kenapa enggak dicoba dulu kan, hiks T_T

5. Mahasiswa kedokteran itu tidak semuanya hedon, ya Allah ya Illahi Robbi ya memang ada, namun yang hemat juga ada, tapi generalisasi di masyarakat itu yang terdengar adalah hedonnya padahal rata-rata yang saya kenal juga pada hemat-hemat tuh bahkan punya investasi sejak dini.

6. Jadi mahasiswa kedokteran pasti karena ingin kaya kan kalau jadi dokter kayaAllahu Akbar, La ilaha illa Anta subhanaka inni kuntu minadzolimin. Jadi dokter tidak sama dengan kaya, mampirlah ke lapangan dan lihat lah faktanya :")



7. Mahasiswa kedokteran sangat sibuk tidak punya waktu sama sekali untuk bersenang-senang, tidak demikian sebenarnya kita masih punya waktu untuk bersenang-senang hanya saja kita tahu bersenang-senang mana yang bisa dilakukan, harus bisa menentukan prioritas ya. Buktinya saya masih bisa main Quora, saya masih bisa bersenang-senang dengan keluarga, ya mungkin saya sulit diajak nongkrong di cafetaria, karena saya tidak suka nongkrong memang. Kalau pun saya mau, tidak lebih dari 3 jam saya pasti udah tidak betah. Anak rumahan banget, dan nongkrongnya nggak worth it mungkin. Saya ingin menghabiskan waktu dengan keluarga, kalau hari kuliah saya sibuk sekali dengan kuliahan. Jadi sela-sela waktu saya, ya saya habiskan bersama keluarga tercinta.


Jawaban tidak terlalu berfaedah, saya akan ujian dalam pekan depan. Doakan ya teman-teman 🥺