Heyraneey | Talk Less Write More
Pilihan  Pengobatan Hati dengan Obat Liver Herbal, Efektif Kah?

Pilihan Pengobatan Hati dengan Obat Liver Herbal, Efektif Kah?

 



 

 Obesitas atau berat badan berlebih adalah kondisi ketika indeks massa tubuh tinggi, melebihi dari batas normal. Kondisi ini membuat pemiliknya rentan sekali terkena beragam jenis penyakit berbahaya. Seperti diantaranya adalah kerusakan hati atau penyakit liver. Masalah kesehatan ini terjadi karena memang organ tersebut tertutup oleh timbunan lemak sehingga menyebabkan tidak mampu mengerjakan fungsinya secara optimal. Mau tidak mau jika sudah mengalami kondisi semacam ini harus menjalani pengobatan, dengan pengobatan medis atau obat liver herbal yang harus diawasi medis juga.

                Beberapa hal yang diklaim oleh obat liver ini seperti:

  

  1. Tidak menyebabkan ketergantungan, faktanya sendiri memang obat liver diramu dengan menggunakan bahan-bahan alami. Namun, tentu saja ini harus dikonsultasikan terlebih dahulu dengan pihak medis karena symptom atau gejala tiap orang berbeda.
  2. Mempercepat penyembuhan luka bekas operasi. Klaim ini merupakan side effect yang positif yang dapat didapatkan. Namun lagi-lagi tetap harus konsultasi agar tidak adanya efek farmakodinamik yang bertentangan.
  3. Meminimalisasi toksin, obat memang kerap  dibuat dengan bahan kimia yang sering kali mengendapkan racun atau toksin di dalam tubuh. Obat herbal yang dibuat dari bahan alami, semua kandungan didalamnya cenderung dapat diserap oleh tubuh, dimana hal ini diharapkan tidak akan memicu masalah kesehatan lain, aman untuk tubuh dan minimal risiko jika digunakan sesuai dengan anjuran ahli kesehatan.

 Obat liver herbal yaitu Pien Tze Huang ini mudah dijumpai di pasaran, namun pastikan tidak salah pilih. Karena memang tidak semua produk yang dijual di pasaran terjamin keasliannya. Produk asli yang dipasarkan di Indonesia hanya berasal dari importir resminya yaitu PT Saras Subur Abadi. Dapatkan khasiat optimal dalam penyembuhannya hanya dari produk yang aslinya.

 Perlu diingat pula, untuk penggunaan obat diharapkan untuk melakukan konsultasi dan memahami side effect dari tiap obat yang dikonsumsi gna mencegah timbulnya reaksi alergi atau reaksi yang tidak diharapkan nantinya. Memang lebih baik melakukan konsultasi dengan dokter dan menanyakan apakah kondisi kesehatan kita bisa menggunakan obat herbal atau tidak, hal ini tentu untuk hasil pengobatan yang lebih maksimal.

[QUORA] Tips Belajar di SMA dan di Kedokteran

[QUORA] Tips Belajar di SMA dan di Kedokteran

 Cara belajar saya saat SMA dan kuliah sedikit berbeda, tentu karena saat perkuliahan jadwal bisa berubah mendadak hingga kadang runtutan atau agenda belajar yang telah disusun menjadi berantakan. Saya ingin berbagi sedikit cara belajar saya selama di SMA dan kuliah.

Menurut saya cara saya belajar di SMA benar-benar lebih ekstra dibanding sekarang, karena saat SMA banyak materi yang harus dipahami, dan bidangnya beda-beda. Kalau sekarang lebih banyak ya mengarah ke tubuh manusia, jadi tidak terpecah-pecah bidang lagi.

Saya bukan anak yang paling pintar di sekolah atau kuliahan, dengan tingkat persaingan sekolah yang sangat tinggi sekalipun saya tidak pernah dapat peringkat satu, padahal saya sudah berusaha belajar sungguh. Memang teman-teman yang mendapat peringkat juga tak kalah giat belajarnya. Bahkan mereka jauh lebih ekstra lagi saya benar-benar kagum.



1. Dengar dan catat saat dijelaskan guru/dosen

Ini penting untuk memahami bagian-bagian mana yang menjadi penjelasan dan fokus dari guru dan dosen tersebut Biasanya apa yang diucapkan itulah yang akan keluar pada saat ujian.


2. Belajar dini hari

Saat SMA saya jarang sekali tidur di atas pukul 23.00 biasanya sebelum pukul 23.00 saya sudah tidur dan biasanya teman-teman saya juga bakalan bertanya kalau saya tidak tidur tumben saya nggak tidur jika lebih dari biasanya sedikit karena jika saya tidur diatas pukul 23.00 badan saya pasti paginya kurang nyaman. Karena saya sekolah di asrama itu kegiatan dari sebelum subuh sampai malam full. Oleh karena itu saya tidur pukul 23.00 dan saya bangun pukul 04.00 pagi untuk tahajud kemudian saya belajar sampai sebelum Subuh. Kemudian saya mandi, karena antrean kamar mandi setelah subuh rame :") dan saya mandi lumayan lama, setelah shalat subuh berjamaah di Masjid sekolah kadang saya kalau ngantuk banget tidur lagi, tapi biasanya saya enggak tidur lagi saya belajar materi sekolahan. Menurut saya subuh waktu yang cukup sangat baik untuk mengingat pelajaran dan lainnya. Kalau sekarang masih seperti itu tapi tidak se-teratur saat SMA.


Terjemah Ta'lim Muta'alim, saya baca dan ambil yang baiknya. Jadikan self reminder


3. Datang paling awal, pulang paling akhir

Saat SMA, terlebih jika banyak sekali materi harus dicatat saya keluar yang paling telat di kelas bersama teman-teman yang lainnya biasanya ada 1,2 teman saya yang telat keluar dari kelas karena mencatat materi juga. Saya tidak bisa jika tidak mencatat, cara belajar saya adalah dengan mencatat, menulis walaupun tulisan saya juga nggak bagus alias kayak ceker ayam tapi setidaknya saya paham materi apa yang saya tulis sendiri. Saya bisa menjamin catatan saya pasti lengkap apalagi waktu SMA, kalau kuliah saya tetap mencatat namun catatan saya tidak sebanyak waktu SMA karena waktu kuliah saya lebih harus bisa membagi waktu karena jika saya catat dan salin semua slide dari dosen itu bisa mencapai 200-an slide hanya untuk satu materi sedangkan dalam satu blok saja bisa 14 mata kuliah bisa tidak selesai. Makanya untuk kuliahan saya mencatat namun setelah mendengar dengan benar saat dijelaskan merekam dan merangkum poinnya


4. Tidak semua hal mampu dikuasai, ada yang sekenanya saja

Saya memahami kelemahan saya yaitu matematika dari SD matematika saya memang tidak terlalu bagus saya paham materinya, namun saya tidak advance ataupun saya tidak ahli di matematika saya memahami bahwa jika matematika saya harus belajar extra. Saya juga menyadari bahwa sekeras apa pun saya belajar matematika, tetap tidak bisa secerdas mereka yang memang bidangnya di matematika, jadi saya mencari bidang yang lain bidang yang saya pahami dan saya bisa ahli di situ. Kenapa? Karena saya yakin tidak semua orang bisa paham semua materi sejarah sempurna makanya saya waktu SMA itu tidak ikut USBN serempak, karena saya lomba pas ujiannya dan itu saat mapel biologi dan saya diizinkan dengan mudah ikut susulan karena bu guru tahu bahwa saya lumayan bisa di biologi. Bayangkan kalau mapel matematika bisa kikuk abis saya, sudah susulan jeblok pula!


5. Bekerja sama dalam belajar

Hampir mustahil bagi saya tanpa kerja sama yang baik saya bisa paham materi. Untuk itu saya rasa kita semua harus pintar bekerja sama dengan teman, jadi saya pede dan ga malu nanya ke teman materi yang tidak saya pahami. Bahkan saya blak-blakan aja,

"Tolong ajarin materi ini boleh ga? Kurang paham di sini"

Mereka baik hati kok mau ajarin, asal ya kita benar-benar bertanya, "Bukan bertanya untuk menguji". Saya rasa belajar dan bekerja sama

membuat pelajaran apapun lebih mudah.


6. Memahami konsep

Ya guru saya pernah bilang sama saya kalau tipe belajar begini, akan sangat mudah memahami. Karena saya suka bertanya apa yang tidak saya pahami, dan itu sampai saya paham baru saya puas. Menjadi kemudahan juga. Bagaimana saya tau saya paham, sampai dengan saya mengeluarkan kalimat "Oooooooh pahaaam, begininii ..... kan maksudnya?"

Kalau saya paham, tugas saya buat menghafal menjadi berkurang ahhaha. Yang dipahami sudah pasti dihafal, yang dihafal belum tentu dipahami.


7. Hanya bisa belajar di hari belajar

Entahlah saya rasa ini antara kekurangan atau otak saya sudah mengatur demikian. Saya paling tidak bisa belajar hari libur karena saya menggunakannya untuk liburan walaupun saya udah punya niat belajar pasti nggak tersentuh sama saya. Ya tidak masalah juga sebenarnya, selama libur kemarin saja saya tidak belajar sama sekali untuk materi perkuliahan karena saya sibuk untuk ikut kegiatan yang lain saya tidak peduli sama sekali tentang perkuliahan. Saya ingin belajar tapi tidak bisa belajar jika bukan saatnya. Bisa dibilang saya belajar ketika saya mood dan pas waktunya.


8. Ciptakan tempat belajar yang nyaman

Saya rasa ini, semua orang sudah sangat paham ya kalau pas SMA saya sangat nyaman belajar di atas kasur kemudian di kelas karena adem dan hening juga di alias di balkon depan kamar asrama saya. kalau pas kuliahan ya karena sudah tidak asrama lagi tentu saja saya sangat senang belajar di kamar.



9. Makan permen jika stuck.

Saya makan permen kalau sedang stuck atau pikiran saya sudah sangat mumet karena di permen itu ada kandungan gula yang mana bisa menjadi sumber energi. Walaupun permen itu kecil tapi kadar gulanya itu cukup tinggi loh, makanya ga boleh sering-sering makan permen ini kata dosen saya sih. Ternyata saya sudah melakukan ini kalau saya lagi belajar di kelas dan stuck saya makan permen, saya biasa terbiasa bawa bagi-bagi di kelas gurunya juga nggak masalah sih karena gurunya mengizinkan makan permen di kelas asal nggak makan makanan yang berbau dan mengganggu kelas aja.


10. Mencatat di buku tulis, no binder

Saya tidak antibinder hanya saja mencatat di buku saya rasa lebih efektif dan lebih tertata dibandingkan mencatat di binder. Saya bilang begini karena saya mencatatnya pernah di binder dan pernah di buku. Saat di binder saya jadi malas mencatat karena repot menulis di binder sedangkan di buku tulis saya jadi lebih mudah dan materi yang saya catat itu jadi terorganisir.

Saya tuh punya satu buku untuk masing-masing blok, karena kalau di perkuliahan saya rasa materinya lebih enak kalau terorganisir. Buku juga jauh lebih hemat dibandingkan dengan binder.


Bagaimana tuaian dari ikhtiar belajar dan doa?

Hamdallah saat masih sekolah terpilih jadi siswa teladan.

Saat wisuda menjadi siswa berprestasi, diberikan medali dan orang tua maju :') dan orang tua saya berkaca-kaca, senangnya hati saya.



Saat saya di Informatika saya juga hamdallah terpilih menjadi mahasiswa berprestasi jurusan, masih belum ada apa-apanya dibanding teman-teman Quora semua. Namun berusaha belajar terus salah satu ikhtiar dan usaha saya.


Untuk perkuliahan di kedokteran saya tidak berharap banyak, lulus tepat waktu, kuliah lancar, koas lancar, semua mulus saya rasa cukup. Karena perkuliahannya penuh tantangan yang jauh lebih sulit :")

Hamdallah saya masih bisa bertahan saja syukur, ada teman saya yang mundur perlahan :")


Sekian dulu berbagi nya, kalau ada waktu luang insyaAllah akan saya tambah.

Terima kasih sudah membaca.

-Rani

[REVIEW] Skin Care Rutin

[REVIEW] Skin Care Rutin

 Skin care time!

Mau berbagi skin care yang udah aku pakai selama ini, jadi sebenarnya sebelum menggunakan skin care pastikan jenis kulit kamu terlebih dahulu ya. Kalau kulit rani kombinasi, oily banget di T zone. Dari dulu memang sering banget komedoan. Jadi ini rangkaian skin care yang rani gunain setiap harinya.

Hampir semuanya dari Cosrx, karena memang cocoknya menggunakan Cosrx.  Sebelumnya sempat mencoba berbagai skin care baik dari klinik kecantikan atau klinik dokter spesialis, namun berakhir di Cosrx hahaha.

Awalnya mencoba yang travel set atau best in class nya Cosrx. Namun cocok dan gentle, jadinya lanjut menggunakan yang full size nya. Dan rani bukan tipe yang berani merekomendasikan ke orang lain kalau belum mencoba sendiri.

Ini beberapa rangkaian yang rani gunakan. Sejauh ini masih menggunakan rangkaian ini, jika suatu saat mengganti akan rani tulis lagi insyaAllah.


Rangkaian yang travel size nya.
[QUORA]Mengapa Wanita yang Memakai Kerudung Syar'i Sering Dikira "Ibu-ibu"?

[QUORA]Mengapa Wanita yang Memakai Kerudung Syar'i Sering Dikira "Ibu-ibu"?

 


Sangkalan : saya terkadang menggunakan jilbab syar'i yang ukurannya kayak mukena tapi terkadang juga enggak, belum istiqomah saya, tergantung situasi, mood, dan kondisi. Menggunakan pakaian berusaha sesuai dengan syariat, namun menyesuaikan kondisi juga. Saya juga suka pake cadar kok kalau kajian, tapi itu ya sekadar suka, nyaman. Belum bisa istiqomah menggunakannya terus, tapi saya selalu menggunakan jilbab.

Saya juga bingung sih sebenarnya kenapa, bukan sekali, dua kali saya dari belakang dianggap ibu-ibu atau bahkan punya anak bayi, jika gunain jilbab yang cukup besar hingga selutut (kayak mukena), pas saya balik, liat yang manggil, eh beliau malah minta maaf, dan ganti jadi "Dek". Hahaha

Mungkin karena kalau pakai jilbab gede dan panjang ke bawah yang biasanya digunain sama ibu-ibu, bawaan pemakainya juga jadi lebih dewasa, aura keibuan sepertinya. Sebenarnya saya kalau mau praktis langsung pakai jilbab itu sih 
hehehe, mager banget anaknya, dan keluar rumah gituu, jadi lebih simpel dan nggak ribet, kan memang langsung menutupi bagian tubuh sampai selutut dan tinggal pakai gamis sederhana aja, udah, saya jarang pake make up, mentok sunblock doang, ok caw.


Sebenarnya jilbab syar'i bisa modis juga kok, kalau lagi mood saya baru agak rajin 
mix and matchnya.

Jadi mungkin karena sering lihat ibu-ibu pakai jilbab syar'i jadi bawaannya kalau orang pakai jilbab syar'i, itu pasti ibu-ibu. Padahal kan enggak semuanya begitu, ada juga jilbab syar'i yang digunakan oleh anak-anak muda dan modis juga kan.

Ini kalau pake jilbab yang gede, bisa praktis. Jadi saya shalat ga pake mukena lagi, di mana ada masjid, bisa santai ga bawa mukena. Btw ini foto lama, 2019

Liat panjang jilbabnya, hampir ke mata kaki, hahaha. Praktis gaperlu bawa mukena. Ini juga foto lama, 2019.

Kalau yang sedikit mood, ada di jawaban ini

Jawaban Rani Salsabila Efendi untuk Seperti apa rasanya menjadi perempuan di Aceh? Apakah kamu merasa diperlakukan tidak adil di mata hukum syariah Aceh?

[QUORA] Bagaimana Sejarah Tenggelamnya Kapal Gurita Ketika Menyebrang Banda Aceh-Sabang?

[QUORA] Bagaimana Sejarah Tenggelamnya Kapal Gurita Ketika Menyebrang Banda Aceh-Sabang?

 


Mari saya ceritakan sebuah cerita yang fenomenal. Ibu Margareth Crotty, teman bibi saya yang menjadi salah seorang penumpang yang selamat.

Bibi saya (saya memanggilnya Lulul). Adalah kolega dari Bu Margareth Crotty, bibi saya aktif di Save the Children, beliau saat masa mudanya aktif di berbagai kegiatan NGO atau apapun yang berkaitan dengan misi kemanusiaan dan pendidikan. Baik Save the Children, USAID, dan banyak kegiatan NGO saat masa konflik dan setelah Tsunami dahulu. Beliau benar-benar luar biasa saat masa mudanya.

Sekarang beliau sudah berumur lanjut, 50-an.

Dan sudah lama lost contact dengan Bu Crotty.


Saya mengubek-ngubek album foto lama di rumah nenek saya, berceritalah kami tentang cerita hebat bibi saya saat masa mudanya mengelilingi Indonesia dengan misi kemanusiaan.

Terlihat wajah-wajah khas pria dan wanita barat yang bermata biru di setiap kegiatannya.

Saya tergelitik bertanya, siapakah sosok di foto ini?

Margareth Crotty, jawabnya.


Bisa dilihat, yang kiri adalah Ibu Margareth Crotty, saat masih muda. Sedang berkegiatan bersama bibi saya untuk misi pendidikan, anak-anak, dan kemanusiaan. Foto ini diambil bahkan sebelum saya lahir, mungkin kisaran tahun 1990-an.

Anak-anak di foto itu, mungkin sudah punya anak usianya 10 tahun hahaha.


Berceritalah bibi tentang cerita temannya ini, saya izin ingin menulis cerita ini.

Cerita yang saya tuliskan ini adalah yang diceritakan bibi saya terhadap saya, yang secara garis besar saja. Izin saya tidak bisa menulis lengkapnya.


Tenggelamnya kapal Gurita.

Januari 1996.

Kapal kelebihan muatan.

Bibi menceritakan cerita temannya Bu Crotty.

Salah satu penumpang yang selamat kapal.

Pada saat itu kapal tidak dilengkapi dengan jumlah pelampung yang sesuai dan memadai, penumpang di dalam kapal berkecamuk, mereka saling dorong, memukul, dan tidak segan-segan demi memperebutkan jumlah pelampung yang terbatas tak terkecuali Bu Crotty, beliau pun juga memperebutkan pelampung.


Namun kita tahu dalam kondisi panik di ambang kematian, dengan jumlah pelampung yang terbatas, sebenarnya Bu Crotty sudah mendapat pelampung, namun terjadi rebutan yang akhirnya tidak mendapatkan pelampung itu. Penumpangnya terus memperebutkan jaket pelampung yang jumlahnya terbatas.

Benar, Crotty dan penumpang lainnya terpaksa melompat dari kapal tanpa jaket pelampung. Bu Crotty bertahan hidup dengan menyobek celananya dan melilitkannya ke benda yang mengapung. Bibi saya mengatakan bahwa bagian belakang bahunya itu menjadi lebih hitam dari kulitnya antara terbakar matahari dan juga kelelahan untuk berenang ketepian.


Bu Crotty berada di tengah laut hampir semalaman, kurang lebih 16 jam. Beruntung beliau bisa mencapai sebuah mercusuar.

Tentu tiap kapal pasti punya perahu darurat, namun beliau bukanlah orang yang beruntung untuk bisa naik ke perahu darurat. Beliau dan juga ratusan lainnya yang tidak mendapatkan tumpangan, ada yang tewas karena kehabisan oksigen, tidak bisa berenang, dimakan hiu, dan beragam kejadian tragis.


Bersyukur Bu Crotty merupakan salah satu penumpang yang selamat, hingga bisa kembali menceritakan cerita hebatnya. Bertahan hidup di lautan selama 16 jam, benar-benar luar biasa.


Bonus:


Jika ingin membaca lengkapnya, banyak di berita bisa dicari saja dengan kata kunci, "KMP Gurita Margareth Crotty"

[QUORA]Seperti Apa Rasanya Menjadi Perempuan di Aceh? Apakah Kamu Merasa Diperlakukan Tidak Adil di Mata Hukum Syariah Aceh?

[QUORA]Seperti Apa Rasanya Menjadi Perempuan di Aceh? Apakah Kamu Merasa Diperlakukan Tidak Adil di Mata Hukum Syariah Aceh?



Jawaban ini adalah murni pendapat saya, jawaban ini bisa berbeda pendapatnya dengan pandangan orang lain ataupun dengan perempuan lain yang ada di Aceh jadi saya harap ini bisa menjadi salah satu pembuka wawasan bahwa keadilan bagi perempuan itu ada dan perempuan Aceh tidak dikekang.

Saya tergelitik untuk menjawab pertanyaan ini. Sebagai seorang perempuan Aceh yang lahir dan besar di Aceh. Mama saya memang asli Aceh saya bisa bahasa Aceh dan bahasa mama saya adalah bahasa Aceh. Sehari-hari saya berbahasa Aceh dengan mama saya dan berbahasa Indonesia dengan ayah saya, ayah saya campuran (Jawa dan Melayu) jadi saya "Sah" ya menjawab pertanyaan ini hehehe.

Rasanya ya nyaman saja, saya malah bangga tinggal di sini. Bagi saya pemberitaan di media itu terlalu dilebih-lebihkan yang mana membuat seolah-olah perempuan di Aceh ini terkekang dan tidak bisa berkarya sama sekali padahal tidak seperti itu, di Aceh perempuan bisa bebas menentukan karirnya, perempuan juga bisa bebas melakukan aktivitas-aktivitas yang bermanfaat, berprestasi, dan bekerja. Perempuan di Aceh juga diberikan kebebasan untuk menikah dan tidak menikah, perempuan di Aceh juga boleh mendapat pendidikan yang tinggi bahkan hingga profesor, perempuan tidak masalah jika harus menyetir mobil, perempuan di Aceh juga boleh membawa sepeda motor sendirian pada malam hari, perempuan di Aceh juga boleh duduk di warung kopi, perempuan di Aceh juga boleh keluar malam jika ditemani kalau ga ditemani fakta di lapangan sebenarnya juga boleh, saya pulang kuliah sudah maghrib kalau baru selesai praktikum. Saya menyetir mobil malam sendirian untuk pulang, tidak masalah tuh.

Sebenarnya peraturan-peraturan itu adalah peraturan tertulis yang dibuat untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, namun faktanya di lapangan juga tidak berlaku demikian sih, disini cukup bebas asal tau batas. Laki-laki dan perempuan boleh ga ketemu dalam satu acara? Boleh kok, saya berikan beberapa foto kegiatan saya di Aceh.

Aturan memang ada dan itu tidak bersifat sampai membuat perempuan Aceh hanya boleh duduk di rumah saja, nggak seperti itu. Faktanya perempuan Aceh sekarang cukup terdidik dan cukup ramai yang menjadi aktivis, cukup ramai yang menjadi dosen, pembelajar, pengusaha, pebisnis, menjadi walikota, kepala desa/geuchik, dan lainnya. Media terkadang terlalu melebih-lebihkan sesuatu.

Harus diingat dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung dan ini berlaku di semua tempat.
Menghargai adanya norma sosial menghargai hukum-hukum daerah yang ada. Jadi nggak usah takutlah untuk datang ke Aceh, nggak masalah sama sekali asalkan kamu ikut aturannya dan harus diingat aturan ini hanya berlaku bagi orang muslim
, aturan-aturan syariat ini hanya berlaku bagi orang muslim.

Jika nonmuslim yang nggak ngikutin aturan dan dikenakan hukuman bisa memilih kok mau ikut aturan syariah Islam atau ikut aturan hukum Indonesia, lucunya dan faktanya banyak nonmuslim yang lebih memilih untuk dihukum secara syariah dibandingkan hukum Indonesia.

Di tengah kota di daerah Peunayong itu memang banyak sekali nonmuslim dan tidak pernah ada masalah tuh, jika dibilang Aceh intoleran, tolok ukurnya apa ya? Hehe

Sesuai yang sudah saya tuliskan, saya akan memberikan bukti foto kegiatan yang banyak melibatkan perempuan di muka publik.

Kegiatan di foto ini sebelum pandemi, tahun 2019.

Foto 1.

Foto 2.

Foto 3.

Foto 4.

Foto 5.

Foto 6.

  1. 1.Foto saya dan rekan saya, saya yang kanan. Kami sedang menghadiri acara deklarasi yang berkaitan tentang literasi di Aceh dan ini dihadiri oleh laki-laki dan perempuan baik itu dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga pejabat tinggi daerah jadi nggak masalah ya laki-laki dan perempuan bertemu di sini. 
  2. 2.Saya yang tengah dan rekan saya sedang menghadiri acara yang berbasis literasi juga dan kami sedang di dalam Aula Dinas Arpus Aceh nggak masalah juga kan ada laki-laki dan perempuan? 
  3. 3.Saya yang kanan berdiri jilbab hitam, saya diundang untuk menghadiri acara dari komunitas Earth Hour Aceh nggak masalah juga kan, bisa dilihat ada laki-laki dan perempuan. 
  4. 4.Saya yang ujung kanan, saya selesai praktikum anatomi nggak masalah juga kan kuliah ada laki-laki dan perempuan. 
  5. 5.Saya lagi jadi pewara (MC) saya perempuan di depan para orang-orang penting dan mereka laki-laki. Aman saja kan? 
  6. 6.Perempuan juga bisa jadi model. Saat acara besar di Aceh lagi. Pekan Kebudayaan Aceh gamasalah kan? 

Jadi sudah punya pandangan baru tentang Aceh? 😊