√ [PENGALAMAN] CERITA LOLOS WARDAH SCHOLARSHIP PROGRAM - Heyraneey | Sharing is caring

[PENGALAMAN] CERITA LOLOS WARDAH SCHOLARSHIP PROGRAM

 



Saya memang terbiasa menuliskan setiap pengalaman atau pun hal yang saya lakukan ini  di blog, jadi setidaknya ketika ada orang membutuhkan tinggal baca di blog saya.

Nah, kali ini saya ingin menceritakan kepada teman-teman, bagaimana caranya supaya bisa lolos Wardah Scholarship Program.

 

Jadi sekadar informasi, saya ini merupakan salah satu grantee atau pun penerima beasiswa Wardah. Apa sih beasiswa Wardah Scholarship Program?

Beasiswa ini bersumber dari Wardah, diberikan kepada 100 anak perempuan di Indonesia dari 30 perguruan tinggi terkemuka. Bersyukur saya menjadi salah satu penerima beasiswanya di  Universitas Syiah Kuala itu hanya dua penerimanya yaitu Saya dari fakultas kedokteran dan satu orang lagi teman saya dari Fakultas Keperawatan.  Semoga di kemudian hari akan lebih banyak penerima beasiswa yang dari Universitas Syiah Kuala ya amin.

 

Tahapannya apa saja sih untuk seleksi beasiswa ini? Jadi Wardah scholarship ini dinaungi dan bermitra dengan Karya Salemba Empat atau akrab dikenal KSE jadi ketika menerima Wardah Scholarship Program kita akan dinaungi oleh KSE.

 Bagaimana sistemnya? Yang pertama adalah teman-teman akan diminta mendaftar administrasi, syarat administrasi yaitu seperti arti IPK, kemudian aktivitas teman-teman, prestasi, komitmen, dan juga esai.

 

Seperti apa sih  esainya? Ketika teman-teman ingin mendaftar beasiswa KSE, kalau misalnya teman-teman tidak tahu maka akan saya jabarkan esai apa saja sih yang ditanyakan dan harus dituliskan.

Beasiswa ini sangat mengedepankan esai  teman-teman. Beruntung sekali jika teman-teman membaca blog saya karena saya akan memberikan esai saya yang lolos seleksi. Memang saya senang sekali membagikan hal-hal yang saya rasa itu bisa berguna untuk teman-teman, jadi saya akan membagikan beberapa esai yang saya tulis, mungkin bisa menjadikan ini inspirasi ataupun acuan untuk mendaftar beasiswa baik itu beasiswa Wardah Scholarship ataupun beasiswa KSE karena beasiswa Wardah scholarship dan KSE ini mereka bersinergi dan bermitra, jadi kurang lebih ya pendaftarannya mirip lah.

 

Nah berikut esainya ya teman-teman disini ada banyak sekali esai ada teman-teman bisa membaca di sini

 


Esai alasan memilih jurusan


Memilih jurusan adalah suatu hal yang penting, baik itu bagi orang tua ataupun bagi pribadinya sendiri. Namun hampir rata-rata setiap orang, masa kecilnya menginginkan menjadi seorang dokter. Ketika ditanyakan, Apa cita-cita kalian dan siapa yang menjadi dokter? Hampir rata-rata semua mengatakan bahwa saya ingin menjadi seorang dokter tak terkecuali, saya. Sempat melanglang dan kehilangan arah saat tidak diterima di jurusan Pendidikan dokter tahun 2018 tidak membuat saya putus asa untuk mengejar apa cita-cita saya menjadi seorang dokter. Menjadi dokter, karena saya percaya bahwa setiap orang ketika ini dikenang harus menjadi seorang yang berarti. Saya tidak terlahir sebagai anak konglomerat yang memiliki keistimewaan atau privilege pada strata sosial ataupun strata ekonomi atau bahkan stata kehidupan. Kita tidak dapat memungkiri bahwa kedudukan seorang dokter dimata sosial memiliki suatu kedudukan tersendiri. Lantas Apakah menjadi dokter hanya semata-mata tentang strata social? Tidak! Menjadi dokter bagi saya adalah tentang sebauah sebuah dedikasi yang ingin saya berikan ke depannya. Mengapa dengan menjadi seorang dokter? Sebagai seorang perempuan saya percaya bahwa seorang dokter perempuan adalah salah satu hal yang cukup dibutuhkan saat ini terlebih lagi saat ini populasi dokter tidak merata. Dokter menumpuk di kota-kota besar seperti Jakarta Bandung dan kota lainnya di pulau Jawa. Menurut data di Aceh populasi dokter juga tidak merata, yang mana hanya tersebar di pusat kota saja. Namun pada posisi terpencil seperti pulau Aceh, Aceh Singkil ataupun daerah 3T itu sulit sekali menemukan dokter. Ini merupakan salah satu fenomena “Dedikasi” yang saya katakana tadi. Untuk menjadi seorang dokter itu butuh pendidikan, butuh skill, butuh pengetahuan, butuh keuangan yang memadai. Ketika memilih jurusan Kedokteran maka saya setelah memilih profesi saya seumur hidup yaitu seorang dokter. Baik saya akan jadi ibu rumah tangga, istri, ibu saya tetap seorang dokter. Selain itu ketika saya masuk ke Jurusan Kedokteran, walaupun saya tidak memiliki uang untuk membantu orang lain tapi saya memiliki pengetahuan untuk memberikan edukasi kepada orang lain terlebih keluarga saya sendiri. Saya lahir dan besar di sebuah desa di Kabupaten Aceh Besar yang mana populasi dokternya itu masih minim. Masyarakat masih percaya terhadap pengobatan tradisional yang tidak memiliki kredensial. Seseorang dapat dikatakan mampu memiliki pengobatan hanya dengan membacakan sesuatu yang bahkan itu tidak terbukti secara ilmiah sayangnya masyarakat masih percaya dan apakah itu memperbaiki keadaan? Tidak! Namun karena kepercayaan dan doktrin yang cukup mendalam di masyarakat, maka ke orang pintar adalah solusinya. Salah pengobatan dan penanganan di awal yang dilakukan oleh orang yang katanya pintar tadi ini cukup membuat saya tergugah untuk memberikan edukasi terlebih pada masyarakat saat ini. Saya berusaha untuk memberikan edukasi kepada keluarga sendiri untuk tidak terlalu mempercayai obat-obat yang belum terbukti memiliki khasiat dan belum diteliti secara ilmiah. Masyarakat kita sendiri hanya bawa ke dokter ketika sudah parah dan itu hampir tidak bisa diobati lagi sedangkan jika dibawa lebih cepat maka kemungkinan untuk sembuh nya itu jauh lebih besar. Saya ya tinggal di sebuah desa yang angka pendidikan tidak terlalu penting bagi perempuan saya sendiri adalah satu-satunya dan pertama kali di desa saya yang kuliah di jurusan kedokteran. Hal ini bukan karena mereka tidak pintar tapi karena menganggap pendidikan bukanlah hal penting, bagi perempuan terlebih lagi untuk memiliki profesi. Perempuan setelah tamat SMA dinikahkan tanpa tahu apa arti pernikahan yang sebenarnya maka disini saya mengambil jurusan kedokteran selain karena ingin edukasi dan memiliki kredensial ataupun memiliki kredibel untuk memberikan edukasi tersebut sebagai seorang dokter saya juga ingin menjadi orang yang jauh lebih berguna di masa depan dan semoga itu benar terjadi. Amin

 


Nah, pemilihan jurusan itu tergantung teman-teman sih. Sesuai jurusan kamu dan alasannya harus kuat tentu. Sesuaikan saja, kenapa sih kamu mau kuliah di jurusanmu? Apa manfaatnya? apa dampaknya? kurang lebih demikian.

Selanjutnya ada esai mengapa layak dipilih sebagai penerima beasiswa.

Esai alasan layak

Saya lahir dan besar di keluarga yang sederhana dan harmonis berusaha untuk mendapatkan apa yang saya inginkan .Karena itulah yang diajarkan oleh orang tua dan keluarga saya berusaha keras untuk mendapatkan apa yang diinginkan. Kegiatan sehari-hari adalah belajar, selain itu saya menulis. Bagi saya menulis bukan hanya sekedar profesi namun juga sebagai suatu kesibukan yang berarti. Saya tipe orang yang mampu membina hubungan baru dengan cepat dan komunikasi dengan baik dengan orang lain. Saya bisa paham apa yang dia rasakan dari kalimat yang dia katakan dan mikro ekspresi yang ditunjukkan, walaupun terkadang itu hanya insting tapi saya percaya bahwa membuat seseorang itu nyaman dengan saya adalah ketika saya mampu membuat komunikasi dua arah dan memberi ruang untuk orang lain berbicara.. Saya mempelajari hal yang diinginkan oleh beasiswa Karya Salemba Empat adalah dedikasi untuk negeri, mengabdi pada bangsa, dan memberikan kontribusi terbaik untuk nusantara, untuk hal itu saya lumayan percaya diri karena saya sering sekali terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial namun jarang saya publikasi karena saya rasa kegiatan sosial adalah dimana hati saya merasa lega dan bibirnya tersenyum. Ketika ada orang lain yang mampu menerima kebahagiaan itu pula disitulah letak kebahagiaan. Saya merasa layak untuk mendapatkan beasiswa KSE ini karena selain sebagai pelajar, saya sebagai seorang, kakak, anak, tentor, penulis, editor, pekerja lepas, hal itu saya lakukan dengan tanggung jawab. Saya adalah seorang yang gemar untuk mempelajari hal baru dan juga bersosialisasi. Beasiswa ini tidak hanya dituntut untuk berprestasi secara akademis namun juga non akademik dan terlebih lagi adalah social. Saya senang sekali melakukan kegiatan-kegiatan sosial dalam hal ini dan saya merasa bahwa ini merupakan salah satu jembatan saya yayasan untuk terus menebar kebaikan karena saya tipe orang yang bekerja keras untuk mencapai apa yang saya inginkan.

 

Kemudian juga esai tentang tujuan hidup. Nah, ini agak sulit sih dan dilematis jawabannya, tapi saya akan berikan jawaban saya. Mungkin dapat membantu.


Esai tujuan hidup

Setiap orang punya tujuan hidupnya masing-masing yang mana tujuan hidupnya bisa berupa materi, emosi kebahagiaan, kekuasaan, dan banyak hal lainnya. Sebagai manusia kita menginginkan hal itu semua, namun kita percaya bahwa tidak semuanya dapat didapatkan secara instan dan tidak ada seorangpun yang mampu menjamin. Apakah kita dapat meraih apa yang kita inginkan? Mungkin. Tujuan hidup saya adalah untuk meraih apapun yang saya inginkan dan menyeimbangkan antara kehidupan sekarang dan kehidupan setelah kematian. Saya adalah orang yang percaya adanya kehidupan setelah kematian dan saya percaya bahwa memiliki rencana yang cukup matang baik itu rencana jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang adalah hal penting. Rencana jangka pendek itu adalah hal-hal yang akan saya lakukan selama saya berada di fase sebagai seorang mahasiswa preklinik apapun sebelum Koas. Jangka menengah itu adalah jangka waktu yang memang harus ditempuh secara lebih lama yang mana saya harus mempersiapkannya itu dari sekarang untuk mencapai tujuannya itu nanti. Sedangkan jangka panjang itu adalah rencana yang saya lakukan untuk keseimbangan antara kehidupan sekarang dan kehidupan setelah kematian. Hal tersebut yaitu dengan cara kecil sebenarnya kita tidak perlu mengatakan secara spesifik baik itu kepada keluarga ataupun kepada orang lain karena kita bisa saja berubah dan saya percaya bahwa “When i build in silence people don;t know how to attack me.”

Masih ada 5 esai lagi yang krusial, nanti akan saya bagikan di postingan selanjutnya saja ya, agar postingan ini tidak panjang sekali.



Tentu akan adanya seleksi administrasi dan bersyukur banget saya lolos seleksi administrasi sehingga akan masuk ke tahap wawancara. Wawancara kita dibagi per hari karena pendaftar untuk Wardah scholarship setahu saya itu 2.000 lebih pendaftar. Namun, yang diterima hanya 100 jadi alokasi waktu untuk wawancara itu cukup sedikit, untuk wawancara yang mendapat kesempatan untuk Wawancara adalah 400 orang perempuan yang kemudian akan disaring menjadi 100 orang perempuan lagi nih.

 

Pada saat wawancara pertanyaan-pertanyaan itu adalah pertanyaan-pertanyaan dasarnya wawancara. Tentu seperti perkenalan diri, bagaimana aktivitas sehari-hari, bagaimana manajemen waktu, bagaimana melakukan skala prioritas, apa saja kontribusi kamu terhadap  lingkungan sekitarmu,  kemudian apa saja yang telah kamu lakukan untuk dunia gitu.

 

Kalau saya pribadi, saya menjawabnya sesuai dengan yang saya lakukan nah saya senang sekali menulis sejak dahulu dan banyak sekali tulisan saya yang alhamdulillah dapat membantu orang-orang, seperti tulisan saya di blog ini beberapa orang terbantu seperti pada saat SNMPTN pada saat kompetisi dan lainnya. Begitu juga saya menulis di Quora Indonesia. Di Quora saya banyak membantu berkaitan dengan  kehidupan dan pola pikir, juga berkaitan dengan medis nih dan di situ saya mengatakan bahwa dari tulisan sederhana saya ini ternyata dapat mempengaruhi pola pikir orang-orang.

                   

 Teman-teman untuk menjawab wawancaranya lakukan dan jujur saja ketika wawancara apa yang teman-teman lakukan, kontribusi yang pernah teman-teman jalankan, itulah yang dijawab. Jangan mengada-ngada, nah kalau ditanya alasan layak  teman-teman katakan kiprah apa yang telah diakukan karena kalau ditanya layak dan semua berusaha keras pasti semua orang yang mendaftar beasiswa itu berusaha dengan keras, tapi apa sih bedanya kamu dengan orang yang lain yang mendaftar? Mereka yang lolos administrasi tentu memiliki kualifikasi yang sama bagusnya tapi apa sih yang membedakan kamu dengan orang-orang ketika wawancara,  sikap, tata Bahasa, pola pikir, kepribadian, dan sebagainya.

Mungkin cukup sekian dari saya tentang bagaimana tips trik lulus Wardah Scholarship semoga membantu ya! 

 


Get notifications from this blog

Halo! Terima kasih sudah membaca.