√ Mengapa Masih Banyak Orang yang Menolak Program Keluarga Berencana (KB)? - Heyraneey | Sharing is caring

Mengapa Masih Banyak Orang yang Menolak Program Keluarga Berencana (KB)?

Karena stigma masyarakat

Menganggap KB itu sama dengan kemandulan, KB itu sama dengan tidak mau punya anak lagi, KB itu sama dengan menentang Tuhan, KB itu sama dengan tidak percaya bahwa anak itu sumber rezeki, dan tak terlupa "Siapa anda ngatur-ngatur saya mau punya anak."


Sebenarnya apa itu KB?

Keluarga Berencana Berencana (KB) adalah upaya mengatur kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.


Sederhananya, KB itu ibarat persiapan, harus tahu biaya yang dikeluarkan soon, harus tahu kapasitas diri, perencanaan dalam membangun keluarga, istilahnya gak asal brojol, tapi dipersiapkan dengan baik.

Salah satu upayanya adalah penggunaan kontrasepsi. Kontrasepsi adalah pencegahan terbuahinya sel telur oleh sel sperma (konsepsi).


Seringkali pertanyaan umum ini yang ditanyakan,

Apakah kontrasepsi itu harus menggunakan "obat" atau "suntik-suntik"?

Yang dibayangkan kebanyakan masyarakat. Ingat KB, ingat ini, padahal KB ga cuma itu.

Tentu saja tidak, banyak metode kontrasepsi yang upayanya untuk mewujudkan keluarga yang berencana dan terencana.


Oke saya tak bahas mendalam sekali ya, keilmuan saya masih terbatas soalnya. Fokus saya di jawaban ini, mau bahas ini sih.

Salah satunya adalah, laktasi amenore ini nih. Biasanya kalau Ibu baru selesai melahirkan tentu saja keadaan tubuh ibu baru usai melahirkan dengan ibu tidak usai melahirkan berbeda. Ibu yang baru usai melahirkan pasti ada masa nifasnya, juga payudaranya mulai memproduksi ASI dan sebagainya.

Nah ini nih, salah satu cara kontrasepsi, selain bisa memberikan ASI eksklusif untuk anaknya, juga mempersiapkan Ibu agar nggak terlalu cepat hamilnya. Agar tak terlalu rapat juga, karena kan rahim ibu bisa dikatakan capek ya 9 bulan, masa tergesa-gesa belum juga anaknya besar sudah hamil lagi. Sayang ibunya, kecuali memang sudah dikonsultasikan dengan matang.

Beu sabaa, bek meukarap-karap that nah. *bahasa Aceh*


Ini juga kontrasepsi yang kerap diremehkan kebanyakan orang, KALENDER!

Padahal metode ini kerap kali efektif loh.

Bahkan bagi perempuan yang menikah atau pun tidak, harusnya memang punya penanggalan menstruasi, yang mana kita bisa memantau kapan kita menstruasi bukan hanya karena sudah menikah lho ya. Bahkan sebelum menikah dan tidak melakukan hubungan seksual pun, harusnya kita punya nih penanggalan atau kalender menstruasi loh!


Saya make App namanya "kalender saya" hihi alhamdulillah udah makai app ini setahunan, dan worth it. Gaperlu nyatet manual lagi ahahahah.

Alhamdulillah juga bisa siklus teratur dan tak sakit berlebihan.

Gunanya buat apa sih kalender menstruasi ini?

Banyak banget gunanya, saya nih contohnya masih single belum pernah berhubungan seksual dan tidak akan berhubungan seksual sampai saya menikah nanti, tapi saya punya penanggalan menstruasi, saya punya jadwal kapan saya ovulasi, menstruasi, dan masa subur.

Mengapa hal ini penting?

Karena kita bisa jadi lebih tahu tentang diri kita sendiri, kita juga bisa mengetahui masalah-masalah yang ada pada di tubuh kita, tentu jadi tau antisipasinya.

Jika siklus menstruasi itu tidak teratur, jadi lebih cepat aja menyadarinya gitu, kok siklusnya ini berbeda ya, kok ada yang lain ya dari tubuh ini. Kok sakit berlebih ya. Nah, penanggalan ini kita bisa mendeteksi lebih dini dan juga perencanaan yang matang.


Jadi KB ini gimana sih?

Gausah takut KB, ini tuh perencanaan agar keluarganya lebih terencana. Jadinya tau banyak langkah ke depannya gitu, bukan buat tidak bisa punya keturunan kok. Kecuali kalau memang berniat untuk men"steril"kan diri loh ya, ada tubektomi dan vasektomi. Intinya konsultasi dan rencanain aja dulu, masalah mau punya anak 2 atau 10 itu ya sesanggupnya ajalah. Jangan terlupa konsultasi juga, di Puskesmas setempat juga bisa kok!

Jangan takut melakukan konsultasi dan merencanakan keluarga, alias ikut Keluarga Berencana. Terencana itu keren!


Semoga bisa bermanfaat dan tidak menyinggung siapa pun, saya hanya ingin berbagi sedikit ilmu yang saya dapatkan di perkuliahan yang saya tulis dengan cara saya sendiri. Kalau ada salah mohon diingatkan dengan baik, karena saya masih mahasiswa, masih sangat awam akan pengalaman dan ilmu. Seluruh gambar ini credit ke penciptanya, diambil di slide PPT dosen saya.

Jazakumullahukhair.

Get notifications from this blog

Halo! Terima kasih sudah membaca.