√ Apakah Laki-laki dan Perempuan Bisa Berteman Tanpa Adanya 'Rasa'? - Heyraneey | Talk Less Write More

Apakah Laki-laki dan Perempuan Bisa Berteman Tanpa Adanya 'Rasa'?


Saya bikin survei kecil-kecilan loh di WhatsApp, bagi yang punya kontak WhatsApp saya terima kasih yaa sudah berpartisipasišŸ¤

Boleh baca definisi teman di sini[1] ya.

Hasilnya jawabannya imbang bisa dan tidak.

Perempuan dan laki-laki tentu saja bisa berteman dalam ranah profesional, apalagi hanya berinteraksi satu sama lain tanpa memiliki perasaan, tapi ternyata syarat tanpa memiliki 'perasaan' ini banyak sekali.

Bisa berteman tanpa rasa jika tidak adanya rasa nyaman yang berkelanjutan dalam artian hanya sebatas sebagai profesional oke. Namun, sebagai teman curhat teman jalan, teman nonton, dan sebagainya tuh jarang bisa bahkan gabisa kalau sepengalaman saya ya.


Kapan bisa berteman?

  1. Nggak sesuai sama tipenya, misal si cewek ini memiliki tipe laki-laki yang berkumis sedangkan ini laki-laki yang berpostur tidak berkumis. Begitu pula sebaliknya laki-laki memiliki tipe perempuan yang yang tidak berkacamata tapi perempuan ini berkacamata, karena ga sesuai tipe itu jarang adanya rasa.
  2. Keduanya tahu batasan misalnya laki-laki ini tahu bahwa perempuan yang saat ini dengannya tidak cocok untuk jadi pasangannya begitu pula sebaliknya bagi si perempuan, laki-laki ini tidak cocok untuk jadi pasangannya jadi tidak ada saling lempar gombal, candaan yang berlebihan atau pun saling menggoda di pertemanan itu sehingga pertemanan itu murni pertemanan relasi gitu loh.
  3. Emang ga naksir dari awal karena tau bukan tipenya atau udah punya crush yang gabisa tergantikan.

Jadi ya bisa-bisaa aja berteman tanpa perasaan.


Namun, kapan sih bisa timbul perasaan?

  1. Kenyamanan, udah pasti lah menjadi salah satu alasan timbulnya rasa, nyaman berinteraksi berlama-lama atau bahkan timbulnya rasa sayang itu biasanya akan ada seiring frekuensi dan hal lainnya. Makanya kalau saya pribadi ya kalau mencari pasangan itu juga dari pertemanan sih sekalian hahaha.
  2. Sesuai dengan kriteria untuk pasangan masa depan. Nah ini, misalnya ada temanmu secara kriteria oke dan ternyata kamu nyaman sesuai dengan tipe karakter pasangan yang kamu butuhkan dan diinginkan pula, masa sih mau melewatkan kesempatan berharga itu? Ya kan. Jadi tidak mungkin tidak punya rasa, karena kalo udah nyaman sesuai kriteria pula kuyy gas ngeeng.

Pertemanan adalah salah satu cara saya juga untuk mencari pasangan yahhh bongkar kartu, tapi gapapa deh.

Memang beberapa orang mengatakannya prinsip koleksi, seleksi, eliminasi.

Koleksi sendiri artian dalam pertemanan yang saya pahami adalah menjalin relasi, memperluas relasi, bertemu dengan banyak tipe ragam manusia dengan pemikiran berbeda, karakter yang berbeda, fisik yang berbeda, latar belakang yang berbeda.

Sebelummya dalam artian memperluas relasi itu akan menjadi banyak sekali pertemuan dan berbagai ragam tipe manusia. Nah setelah itu, timbulnya seleksi kira-kira mana sih yang timbul adanya 'rasa nyaman' nyaman untuk dijadikan pasangan di sini nih muncullah tahap seleksi. Kayaknya ini cocok deh jadi pasangan, akhirnya lebih intens lagi untuk mengenal satu sama lain. Nah, tapi ternyata di perjalanan waktu 'tidak nyambung' gitu dari sekian banyak yang sedang diseleksi ada yang tidak nyambung akhirnya tereliminasi dengan sendirinya sehingga tersisa salah satu pasangan yang sama-sama merasa ingin lanjut ke tahap berikutnya.

Namuh konsep koleksi, seleksi, dan eliminasi bukan lah konsep yang harus digembargemborkan saat interaksi. Ikuti alur saja, natural. Biarkan jalan dan rencana Tuhan yang akan memproses sebagaimana ketentuan-Nya.



Jadi jawabannya bisa-bisa aja berteman asal ya ga baperan, tau batasan, sama punya prinsip.

Catatan Kaki

Get notifications from this blog

Halo! Terima kasih sudah membaca.