√ Sex Education, Langkah Preventif Pencegahan Hal yang Tak Diinginkan. - Heyraneey | Talk Less Write More

Sex Education, Langkah Preventif Pencegahan Hal yang Tak Diinginkan.

 


Sex Education, Langkah Preventif Pencegahan Hal yang Tak Diinginkan.


Gambar dokumen pribadi


Saya sangat ingin mengatakan bahwa sex education itu penting. Come on, ini bukan hal yang tabu. Penting sekali loh, ini. Sebagai mahasiswa kedokteran saya merasa wajib untuk berbagi ilmu dan belajar bersama, saling mengedukasi. Karena tindakan preventif jauh lebih baik.

Saya menulis hal ini bukan berarti saya sangat paham, tidak juga. Namun, saya menulis untuk memberikan sedikit hal yang saya ketahui. Karena saya sesekali berinteraksi dengan pihak P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak), mendapati kasus berkaitan dengan seksualitas apalagi terhadap anak dan perempuan meningkat tiap tahunnya, ini data di daerah saya loh ya Aceh. Dan itu hanya yang terlapor dan terdata, kalau yang tak terlapor? Tentu jauh lebih banyak! [1]


Membahas tentang sex education apa stigma yang terbentuk pertama di pikiran segelintir masyarakat? Hubungan suami istri, alat-alat kontrasepsi, kehamilan atau melahirkan?

Pasti tiap dari kita memahami kata sex education dengan berbeda.


Sebenarnya sex education bertujuan mengajarkan mengenai kesehatan reproduksi, pencegahan pelecehan seksual, kekerasan seksual, pemerkosaan, seks di luar nikah, pernikahan di usia dini bahkan penyakit seksual menular. Fakta di lapangan yang saya pahami di Indonesia, khususnya daerah saya Aceh, pendidikan seksual masih belum mengalami kemajuan. Harusnya pendidikan seks diajarkan kepada tiap individu pada masa pre-school. Di sinilah peran terbesar kita semua terkait hal ini.


Melinda digambarkan sebagai gadis polos, lugu yang malang, akibat tak paham tipu daya, akhirnya terjebak. Ia sangat ingin terlihat lebih "Gaul" dibanding teman-temannya. Akhirnya terkungkung dalam risiko, terpaksa mereka sepakati.


Betapa malangnya, akibat kurang edukasi dan aware, hingga dimanfaatkan oleh sosok yang alih-alih dicintai. Padahal sosok Nico pada webtoon ini adalah penjahat kelamin yang sangat lihai, menggunakan kata-kata manis untuk memuluskan perangkap. Nico digambarkan sosok manipulatif yang telah bergonta-ganti pasangan lebih dari tiga kali, masih tidak paham juga terkait hal ilmiah organ reproduksi, masih percaya mitos tentang keperawanan pula. Cara Nico merayu wanita memiliki pola yang sama, kata-kata manis, pujian, hasutan, membuat seolah tantangan, lalu menerkam kepolosan tiap gadis yang lugu.


Betapa hancurnya hati Melinda, seolah jatuh di jurang terdalam kehidupan masa remajanya. Ia belum siap menjadi seorang Ibu, dipaksa untuk menggugurkan kandungannya. Malangnya. Dan pintarnya Nico, ia melakukannya atas izin Melinda. Tentu saja karena Nico sangat jago memanipulasi psikologis gadis yang lugu. Kalau sudah dengan Consent tidak bisa disalahkan hanya laki-lakinya saja, karena mereka melakukannya suka sama suka. Namun, Melinda menyesal, karena apa? Lagi-lagi karena Nico sosok manipulatif, awalnya ia manis pada Melinda berubah menjadi kasar, abusif, pemalas, dan lainnya.


Dan ingat, harusnya kendali ada di dirimu sendiri. Kamu membiarkan dirimu terbuai atau lari dan menutup segala celahnya?


Teruntuk perempuan-perempuan di luar sana. Apalagi yang sudah 'terlanjur' dan bingung harus bertindak seperti apa misalnya banyak ancaman dan juga banyak hal-hal yang membuatmu takut untuk terlepas dari hal tersebut mungkin ini bisa membantu.

Untuk kalian yang berasal dari Aceh, butuh bantuan bisa menghubungi kontak di atas. Kamu tidak sendirian, banyak yang akan membantu.

Kontak ini juga bisa, ini nasional tak terbatas hanya dari satu daerah saja.

Jika kamu mengenal saya secara personal, dan kamu bingung, kamu bisa hubungi saya. Saya akan membantumu. Jika saya berteman dengan orang yang telah melecehkan kamu, kabari saya, maka semua itu akan berubah.



Cinta bukan alasanmu untuk mengizinkan seseorang kurang ajar padamu, hargai dirimu sendiri, jangan terbuai dengan janji manis yang aslinya jebakan.


Virginity can't measuring how precious we are as a human. Your heart does.

I hope, kita tidak tabu lagi terkait sex education.


Saya belum pernah pacaran, jadi mungkin akan banyak perbedaan persepsi "Cinta" dengan teman-teman semua.

Karena saya beragama Islam, maka wajib dan penting bagi saya untuk "Menjaga diri" hingga halal dan terkhusus untuk suami saya nantinya, jika ada yang memiliki prinsip berbeda dengan saya, ya itu urusan pribadimu, ini prinsip saya.

"Saya tak menerima adu jotos tentang ini"

Perlu diingat pula, tidak semua manusia memiliki agama dan mementingkan agama, and i respect that. As long as all human not destroy someone's life, it was really good enough.


Note berkaitan tentang tulisan ini:

  1. Saya seorang toonderella ahhaha, alias pecinta webtoon 22.00, ada pembahasan mengenai kehidupan remaja terkait sex education yang sangat menarik yang saya screenshoot ini berjudul "Mistake"
  2. Menulis tentang hal ini bukan berarti saya sangat paham, saya ingin berbagi sedikit ilmu yang saya pahami tentang kehidupan.
  3. Karena sering dicurhati, saya jadi sedikit mengenali pola tingkah laku para "pemangsa"
  4. Saya sangat respect terhadap siapa pun yang ingin belajar, selama masih sopan dan tidak kurang ajar, terlebih para gadis remaja yang tengah dilanda penasaran sisi lain dunia. Saya tak akan melarang, tetapi saya akan berikan side effect dan fakta nyata. Selebihnya itu keputusan masing-masing individu.
  5. Apakah terjerat hukum jika melakukan dengan consent? [2]
  6. Jangan mudah percaya mitos seputar reproduksi, makanya penting bagi kita untuk belajar dan terus belajar, tetap ilmiah ya.
  7. Dari mana memulai dan bagaimana memulai sex education? [3]

Btw, ini pertanyaannya tentang Kampanye bebas kan? Tidak perlu hanya saat nyaleg?

Catatan Kaki

Get notifications from this blog

Halo! Terima kasih sudah membaca.