√ Apakah rumput Fatimah benar-benar membantu memperlancar proses persalinan? Kenapa masih ada pro dan kontranya yang saya temukan di mesin pencarian? - Heyraneey | Sharing is caring

Apakah rumput Fatimah benar-benar membantu memperlancar proses persalinan? Kenapa masih ada pro dan kontranya yang saya temukan di mesin pencarian?


Bismillah, baiklah saatnya saya menjawab sedikit sesuai kredensial.
Bu Ibu, pak bapak, calon Bu Ibu, dan calon pak bapak semua yuk kumpul! Kita bahas tentang rumput fatimah yang konon sangat melegenda ketika akan adanya persalinan.

Kerap kali banyak yang merekomendasikan rumput fatimah ini katanya untuk mempermudah persalinan supaya nggak sakit ataupun supaya lahirannya mudah Yuk kita bahas!


Apa kandungan rumput fatimah?

Rumput fatimah Ini, mengandung semacam senyawa oksitosin yang mana umumnya untuk manajemen persalinan memang diberikan oksitosin. Namun, pemberian oksitosin harus adanya indikasi, diberikan juga dengan cara disuntik.

Apa sih oksitosin itu?

Oksitosin, hormon yang ada pada manusia, salah satunya berfungsi untuk merangsang kontraksi yang kuat pada dinding rahim/uterus sehingga membantu proses kelahiran. Umumnya ini sudah tersedia dalam tubuh kita secara alami.

Kapan diberikan oksitosin?

Pemberian suntikan oksitosin dilakukan dalam jangka 1 menit pertama setelah bayi lahir. Pemberian suntikan oksitosin wajib memastikan tidak ada bayi lain (undiagnosed twin) di dalam rahim.

Loh, loh mengapa?

Oksitosin itu bisa menyebabkan uterus berkontraksi, juga mampu menurunkan pasokan oksigen pada bayi, makanya wajib diperiksa dulu sebelum diberikan oksitosin.

Apa tujuan pemberian suntikan oksitosin?
Agar uterus berkontraksi dengan kuat dan efektif sehingga membantu pelepasan plasenta dan mengurangi kehilangan darah.

Disuntikkan di mana?
Suntikan oksitosin dengan dosis 10 unit diberikan secara intramuskuler (IM) pada sepertiga bagian atas paha bagian luar 
(aspektus lateralis).


Coba dibandingkan dengan pemberian rumput fatimah, tanpa dosis, tanpa kejelasan, tata cara pemberian ,tanpa tahu adanya indikasi, tanpa adanya pemeriksaan lanjut, dan tanpa tahu kapan diberikan kan. Nah, lho kebayang kan?

Terlebih, oksitosin yang terkandung di dalamnya tidak dapat diukur. Semakin lama direndam, kadar oksitosin yang terlarut menjadi lebih terkonsentrasi.


Kalau juga masih kekeuh dan mengatakan pernah ada yang berhasil. Minum air rendaman rumput ini jadi lebih enteng lahirannya kok, waduuh begini loh risikonya.

Begini loh, pemberian air rendaman rumput fatimah tanpa tahu kapan sudah pembukaan, kapan sudah harus dilakukan manajemen aktif kala 3, dan tanpa tau kapan harus dilakukan pemberian suntikan oksitosin, alias diberikan asal saja berdasar "katanya" bayinya belum saatnya lahir pula!

Memangnya mau bayi yang harusnya belum lahiran dipaksa lahir? Nah lo, bayinya kaget-kaget ntar, bayinya ngedumel,

"Saya kan masih lama lagi kok saya harus keluar, Aaaaaaaaaa, gamaaau keluar sekarang, dunia terlalu kejaam!! Aaaaaaa"

Bayinya ngedumel kayak gitu, belum saatnya si bayi keluar, eh dipaksa. Memangnya mau kayak gitu? Kan nggak ya. Bayi kaget, ibunya juga shock jadinya.


Bayinya jadi marah karena dia marah deh jadinya stres

"Kenapa inii, kenapa oksitosin diberikan banyak bangetttttt, saya masih terlalu dini, saya masih nyaman di sini dan toloongg kenapa diberikan ini, kejaaaamm, ibuuuuu toloong sayaaaa ibuuu"

Ibunya tak bisa melakukan apa-apa ibunya juga sedih dengan keadaan bayinya, ibunya tak bisa berkutik karena ibunya mengalami perdarahan yang hebat, pembuluh darahnya pecah, perdarahan pun terjadi pada ibunya, tak ada yang bisa dilakukan ibunya selain, pasrah dan berharap tenaga kesehatan bisa membantu menolong keduanya.


Perdarahan makin hebat, bayinya makin stress, akhirnya keduanya mengucapkan selamat tinggal pada dunia. Hanya karena tidak memahami dan tidak tahu bahwa rumput fatimah itu tidak dianjurkan.

Itulah pentingnya melakukan konsultasi kepada tenaga kesehatan, baik bidan, dokter, dan dokter spesialis terkait. Seharusnya dari konsepsi, persalinan hingga tumbuh kembang anak dan sebagainya kita tetap butuh konsultasi.

Kita butuh untuk diberikan informasi dan edukasi. Oleh karena itu, pentingnya memberitahukan kepada masyarakat terutama keluarga bahwa rumput fatimah ini tidak dianjurkan untuk diberikan pada ibu hamil, apalagi tanpa adanya pengawasan dokter.

Tenang saja, tanpa rumput fatimah pun persalinan akan bisa ditangani, fasilitas kesehatan kita sudah memiliki oksitosin dengan kadar yang sesuai dan dianjurkan sehingga meminimalisasi kejadian-kejadian yang tidak kita inginkan.


Apalagi kematian ibu dan janin, yang sudah dinanti-nanti, tiba-tiba pergi hanya karena salah pemberian, tentu tidak mau kan?


Semoga bisa bermanfaat dan tidak menyinggung siapa pun, saya hanya ingin berbagi sedikit ilmu yang saya dapatkan di perkuliahan yang saya tulis dengan cara saya sendiri. Kalau ada salah mohon diingatkan dengan baik, karena saya masih mahasiswa, masih sangat awam akan pengalaman dan ilmu. Seluruh gambar ini credit ke penciptanya, diambil di Pinterest.

Jazakunallahukhair.

Get notifications from this blog

Halo! Terima kasih sudah membaca.