√ [PENGALAMAN] Titik Balik - Heyraneey | Talk Less Write More

[PENGALAMAN] Titik Balik



Bisa dibilang sebagai anak cupu dan kuper berada di lingkungan yang High class (Anak-anak berprestasi) yang pergaulannya luas banget menjadi tantangan tersendiri bagi Saya saat SMP. Bagaimana tidak? Saya gapunya apapun untuk Saya ‘banggakan' sebagai modal dalam suatu pertemanan yang classy. Jadi minder  tersendiri jika misalnya melihat lingkaran pertemanan yang emang bermutu tapi Sayanya enggak gitu, aneh banget kan. Namun, itu normal kok,  saat SMP Saya juga kayak banyak banget masalahnya mulai dari lingkungan pertemanan, hingga jadwal sekolah yang gila-gilaan. Ribet deh problemnya. Terlebih lagi, beredar isu-isu yang tidak berlandaskan fakta, ya wallahualam.

               

 Gimana cara saya mengubah hidup? Penuh perjuangan, pastinya.

 Saya mulai lebih membaca banyak buku dan mulai sadar diri akan takdir. Menurut Saya membaca buku bisa jadi teman pelipur lara banget, karena Saya bisa nyalurin emosi saya ke buku tersebut tanpa harus buku tersebut merasakan yang sama, istilahnya gaada yang di repotkan deh. Saya mulai sadar, bahwa saya gaboleh terus terpuruk. Saya juga punya kesempatan yang sama dengan orang-orang yang ada di dunia ini, tinggal seberaapa kuat niat saya untuk mengubah diri saya sendiri.  Saya mulai menulis, ya saya punya kepribadian introvert!

 

Banyak yang gatau sih. Banyak orang mengira saya extrovert saat melihat saya yang saat ini punya percaya diri yang luar biasa, padahal saya seorang Introvert yang berkamuflase menjadi manusia yang lebih sosial!

 

Menurut saya menulis itu bukan perkara bakat saja. Namun, perkara  niat. Kalo kamu udah punya niat yang kuat maka bersiaplah bangkit!

 

 SELEKTIF dalam mendengar omongan orang lain. Ini juga sangat-sangat penting, dulu Saya bener-bener sangat meng’iya’kan  semua perkataan orang, saya dengerin!

Saat ada yang bilang fisik saya seperti  “pantat panci” “badak” “ dll” semua saya dengerin. Sampe aya punya cita-cita operasi plastik, sedemikian bencinya waktu itu saya dengan diri saya sendiri!

 Padahal itu hanya ocehan tidak  berguna, betapa pentingnya mengabaikan hal-hal bodoh seperti itu. Penting banget untuk kita yang mau berubah! Thank you puberty! Next cerita puberty bakalan Saya pos nanti!


Memiliki keberanian, ini ga kalah penting. Saya mulai berpikir bahwa “ Ga ada salahnya mencoba! Toh kalo gagal yaudah!”  itu yang saya tanamkan saat saya pertama kali ikut seleksi ARKI (bisa baca ceritanya disini)   Saya juga sangat bersyukur saat itu dikelilingi orang-orang yang memiliki mimpi tinggi dan besar! Betapa saya sangat bersyukur ! 

2015 my golden year!

 



Btw, Saya mau rekomendasikan juga buku KREATIF SAMPAI MATI karyanya mas Wadit. Bersykur banget bisa berbincang langsung dan bisa membuka pikiran Saya bahwa

 "SAYA JUGA PUNYA BAKAT! SAYA HARUS MAJU!"



Terima kasih Mizan dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.  Juga Pak Anies Baswedan yang telah membuka wawasan gadis desa ini tentang dunia dan dirinya sendiri!

 

Itu hal-hal sederhana. Namun, bisa mengubah hidup saya menjadi jauh lebih berkualitas dan produktif!

Jangan sepelekan proses sekecil apa pun! Bagi kalian yang mau berdiskusi atau juga cerita juga curhat Saya membuka ruang selebar-lebarnya. Saya dan kamu berada di posisi yang sama! Jangan malu, saya pernah di posisimu. Kita sama, bersinergi! Kalau mau curhat bisa DM ! PASTI Saya bales! See you next !

Get notifications from this blog

Halo! Terima kasih sudah membaca.