√ Cara Santai dan Cerdas Menanggapi Komentar 'Buruk' Orang Lain - Heyraneey | Talk Less Write More

Cara Santai dan Cerdas Menanggapi Komentar 'Buruk' Orang Lain

Pernah nggak sih sebelum kalian melakukan sesuatu, kalian melakukan survei kecil-kecilan atau pun bertanya pendapat orang lain langkah yang ingin lakukan itu?

Foto pertama

Sesimpel ini, sebelum saya unggah foto ini di Instagram, saya bertanya dan memberi dua pilihan foto dan semua yang saya tanyai memilih foto ini. Tak ada satu pun yang memilih opsi foto kedua.


Foto kedua

Dan satu-satunya orang yang menyukai foto kedua adalah saya sendiri.

Tak ada yang salah dengan foto kedua, hanya saja ini terkait preferensi setiap individu.


Dan ini membuat saya jadi berpikir lagi terkait perbedaan preferensi dan juga hujatan orang lain, dulu pernah tersinggung jika ada yang menghujat, mencaci maki, tetapi seiring waktu tidak. Karena saya terus berusaha untuk berpikir logis, cacian itu tidak akan berefek sama sekali, karena saya memegang konsep perbedaan preferensi yang saya pahami sendiri.


Teman-teman saya sering banget komentar kalau saya foto, hahahah. Karena hampir gapernah mereka melihat saya senyum kalau foto, karena jarang.

Simpelnya begini lagi temen saya kalau saya mengunggah foto di WhatsApp pasti berkomentar "Senyum Ran senyum dong, biar manis"

Saya bilang saya merasa kalau saya senyum di foto, pipi saya itu "mengembang"
Namun, mereka bilang "enggak kok kalau ada senyum malah kelihatan lebih imut dan manis"
dan saya bilang lagi "Oh ya udah makasih ya"


Tapi apa setelahnya saya tersenyum di foto?
Tentu saja tidak ahhaha.

Saya lebih nyaman untuk tidak tersenyum. Apa salah saya tidak tersenyum? Apa salah kalau teman saya suka versi saya tersenyum?


Nggak salah dong, ini terkait preferensi aja, sukanya seperti ini, apa salah? Kan nggak. Hanya saja beda preferensi aja alias beda selera.


Sama seperti kalau saya dikomentari negatif nih ya, orang komentari sesuatu tentang saya misalnya, walau saya tau "kalimatnya nyelekit" apa saya menganggap itu sebuah penghinaan? Komen negatif? Sebenarnya iya, tapi balik ke konsep perbedaan preferensi tadi, yang bikin saya tenang dan enjoy. Saya anggap, mereka punya preferensi yang beda aja.


Menurut saya menanggapi komentar yang kita tahu itu sebenarnya negatif, ga membangun, chill aja.

Karena kalau kita udah punya konsep, punya rasa toleran yang tinggi, dihina pun kadang malah kasian dengan orang yang ngehina.


Karena sejatinya orang yang suka menghina orang lain, adalah orang yang nggak bahagia dengan hidupnya. Makanya suka sekali membuat orang lain merasa down, agar ada temennya.

Jadi, chill aja. Mau dikata-katain pun, santai aja. Karena kalimat hinaan orang lain, ga akan membuat nilai kita sebagai manusia turun. Malah jika kita kalem, santai, bisa manajemen "hinaan" dengan baik, nilai kita sebagai manusia akan lebih bertambah.


-Rani 🤍 -

Get notifications from this blog

2 komentar

Halo! Terima kasih sudah membaca.